FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Sebuah insiden memilukan sekaligus mengharukan terjadi di Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, pada Kamis (12/3/2026) malam. Seorang pria berkebutuhan khusus, Suharto (49), harus dilarikan ke rumah sakit setelah terperosok ke dalam saluran air sedalam tiga meter akibat terkejut oleh kendaraan yang melintas.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ini memicu aksi tanggap darurat dari tim gabungan yang terdiri dari BPBD Karanganyar, TNI/Polri, PMI, Damkar, hingga relawan dan warga setempat.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Sandal yang Terlempar
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula saat Suharto sedang berjalan kaki di pinggir jalan kawasan Tegal Biru, Desa Gaum. Tiba-tiba, sebuah sepeda motor melintas dengan jarak yang sangat dekat, diduga menyerempet atau setidaknya mengejutkan korban.
Saking kagetnya, sandal yang dikenakan Suharto terlempar ke atas penutup saluran air (got). Nahas, penutup tersebut hanya terbuat dari triplek yang sudah lapuk. Karena keterbatasan yang dimilikinya, korban tidak menyadari bahaya tersebut dan melangkah ke atas triplek untuk mengambil sandalnya. Seketika, triplek pecah dan korban jatuh terperosok ke dasar saluran air sedalam 3 meter.
Evakuasi Dramatis dan Kondisi Korban
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi berlangsung cepat berkat koordinasi solid antar-stakeholder.
“Kami menerima laporan dari warga dan relawan tak lama setelah kejadian. Tim gabungan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Karena kedalaman saluran mencapai 3 meter, evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memperparah cedera korban,” ujar Hendro Prayitno saat memberikan keterangan, Kamis malam.
Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian kaki kiri. Setibanya di atas, tim medis dari PMI langsung memberikan penanganan awal sebelum korban dilarikan ke RSUD Karanganyar.
Imbauan Keselamatan
Hendro juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga dan para relawan yang sigap melapor. Ia menekankan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan, terutama terkait penutup saluran air yang tidak permanen atau membahayakan.
“Korban saat ini sudah dalam penanganan medis di RSUD Karanganyar. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat melintas di area yang minim penerangan atau memiliki konstruksi penutup saluran yang sudah rapuh,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Suharto dilaporkan telah stabil dan tengah menjalani perawatan intensif untuk cedera kakinya. ( bre )
