FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Suasana hangat dan santai menyelimuti Jawa Dwipa Heritage Resort Hotel pada Kamis malam (5/2/2026). Di tengah udara sejuk Karanganyar, Bupati H. Rober Christanto, S.E., M.M., duduk melingkar bersama para kepala desa yang tergabung dalam Paguyuban Praja Lawu.
Bukan sekadar kumpul biasa, agenda bertajuk Late Night Coffee Session ini menjadi wadah diskusi strategis untuk memperkuat pondasi ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih.
Pelayanan Prima: Pintu Masuk Kepercayaan Publik
Dalam balutan diskusi yang produktif, Bupati Rober menekankan bahwa keberhasilan program besar seperti koperasi desa tidak bisa berdiri sendiri. Menurutnya, semuanya bermuara pada satu hal: kualitas pelayanan perangkat desa.
“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ketika masyarakat sudah merasa dilayani dengan baik, mereka akan lebih mudah menerima dan mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih ini,” ujar Bupati di hadapan para kepala desa.
Bagi Rober, wajah pemerintah di mata masyarakat adalah perangkat desa. Jika pelayanan yang diberikan transparan, responsif, dan akuntabel, maka kepercayaan publik akan terbangun dengan sendirinya.
Koperasi Desa Sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Lebih lanjut, Bupati menilai bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di Karanganyar. Namun, ia mengingatkan bahwa regulasi yang bagus harus dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.
“Koperasi ini bukan hanya soal konsep, tapi soal bagaimana aparatur desa mengelolanya dengan kinerja yang profesional dan akuntabel,” tambahnya.
Dialog Santai, Komitmen Kuat
Pemilihan format Coffee Session ini sengaja dilakukan untuk memecah kekakuan birokrasi. Dengan suasana yang lebih cair, para kepala desa diharapkan bisa menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dalam membangun desa masing-masing.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Praja Lawu, Kabupaten Karanganyar optimistis mampu menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat, tapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi warga desa. ( rls/ bre )
