Menolak Lupa, Menolak Diam: 79 Tahun HMI dan Panggilan “Pulang” ke Yosodipuro 81

FOKUSJATENG.COM, SOLO – Sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang hanya berpangku tangan. Di usia ke-79, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali memanggil simpul-simpul kekuatannya di Solo untuk membuktikan bahwa semangat 1947 belum padam. Bukan sekadar seremonial, MD KAHMI Kota Solo bersama Forhati dan HMI Cabang Surakarta telah menyiapkan “panggung refleksi” yang siap mengusik kenyamanan intelektual kita.

Intelektualitas yang Menggugat: Populisme atau Identitas?

Mengapa Surakarta selalu menjadi episentrum gerakan Islam yang dinamis? Jawabannya mungkin ada di Kantor HMI Cabang Solo, Kamis malam (5/02/2026).

Melalui diskusi tajam bertajuk “Reproduksi Habitus Populisme Keislaman di Surakarta”, Dr. Okta Hadi Nurcahyono—doktor sosiologi baru dari Universitas Indonesia—akan membedah disertasi fenomenalnya. Ini bukan diskusi ruang hampa; ini adalah bedah realitas tentang bagaimana identitas keislaman berkelindan dengan politik di tanah Solo. Jika Anda merasa sebagai bagian dari gerak perubahan, melewatkan diskusi ini adalah sebuah kerugian intelektual.

Solidaritas di Atas Aspal: Lebih dari Sekadar Jalan Sehat

Puncak peringatan tak berhenti di teori. Pada Minggu pagi (8/02/2026), jalanan di sekitar Jl. Yosodipuro akan menjadi saksi bahwa langkah kaki kader hijau-hitam tetap kokoh. Namun, ini bukan sekadar jalan sehat untuk kebugaran fisik.

Di tengah peluh, ada misi kemanusiaan yang mendesak. Donasi yang terkumpul dari keringat para alumni dan aktivis akan diserahkan untuk saudara-saudara kita yang terhimpit bencana di Sumatra Utara dan Aceh.

“Semangatnya adalah untuk membantu,” tegas Koordinator Presidium MD KAHMI Solo, Prof. Agung Nur Probohudono. Sebuah pengingat bahwa di balik gagahnya jas organisasi, ada hati yang harus tetap merunduk melihat penderitaan sesama.

Khidmat untuk Indonesia: Panggilan Pulang

Tujuh puluh sembilan tahun lalu, Lafran Pane mendirikan organisasi ini bukan untuk gagah-gagahan, melainkan untuk mempertahankan kemerdekaan. Hari ini, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pertanyaannya tetap sama: Di mana posisi Anda?

MD KAHMI Solo mengajak seluruh alumni, senior, dan aktivis muda untuk hadir. Bukan hanya untuk bernostalgia, tapi untuk merajut kembali “Khidmat HMI untuk Indonesia”. ( rls /bre )