Jelang Nataru, Polres Boyolali Gelar Apel Quick Respon Terpadu di Rest Area KM 487 B

Fokus Jateng -BOYOLALI — Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali melaksanakan Apel Quick Respon Terpadu dalam rangka kesiapan penanganan kecelakaan lalu lintas menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pada Kamis, 11 Desember 2025, di Rest Area KM 487 B Boyolali.

Apel dipimpin oleh Kasatlantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi serta diikuti berbagai unsur lintas instansi. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Satlantas Polres Boyolali beserta perwakilan dari Dinas Perhubungan, BPBD, PMI, Damkar, PLN, Jasa Marga, JSN, TMJ, Jasa Raharja, JMJ, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

Selanjutnya dilakukan pengecekan peralatan penanggulangan kebencanaan hingga alat kesehatan.

‎Petugas juga telah memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan, baik di jalur arteri Solo–Semarang maupun pada ruas tol yang melintasi wilayah Boyolali.

Ditemui usai memimpin apel, AKP Tri Afandi mengatakan selama perayaan Nataru 2026, Polres Boyolali akan mendirikan 10 pos pelayanan Nataru. Dua pos didirikan di Rest Area 487, tiga pos di Exit tol, pos Siboba, Ampel, serta tempat wisata.

“Prediksi puncak mudik nataru di H-2 Natal, dan H-1 tahun baru,” katanya.

Ia menambahkan, ada beberapa titik kawasan dengan risiko sangat tinggi mengalami kemacetan. Seperti Simpang tiga Bangak, Simpang Siaga Boyolali, persimpangan Sunggingan, serta gerbang tol Banyudono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali, Insan Adi Asmono mengungkapkan, Kendaraan yang melintasi Boyolali saat mudik nataru diperkirakan bakal mengalami peningkatan hingga 7 persen dibanding Nataru tahun lalu.

‎‎”Puncaknya (Natal), akan ada di tanggal 22 Desember, tahun barunya tanggal 27, fokus keramaian akan ada di beberapa titik,” jelas Insan.

Nantinya, diperkirakan akan ada lebih dari 103 ribu kendaraan penumpang, yang akan memasuki Boyolali selama Nataru. Dengan 273 ribu pemudik memasuki Boyolali.

Insan merinci, dari 103 ribu kendaraan, 60 ribu diantaranya merupakan sepeda motor. Lalu 38 ribu kendaraan ringan, serta 5.250 kendaraan berat.

‎”Pada tahun ini akan naik signifikan pada kendaraan roda dua karena biaya transportasi naik,” katanya. ( yull/**)