Jelang Idul Kurban, Pasar Hewan di Boyolali Mulai Menggeliat

Kondisi Pasar Hewan di Boyolali jelang Idul Kurban. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Ditengah pandemi covid 19, setiap pasaran tertentu, ratusan pedagang hewan kurban sudah mulai menawarkan hewan kurban dagangannya di kawasan Pasar Hewan Karanggeneng (Singkil) Boyolali, terlabih mendekati Hari Raya Idhul Adha 2020 ini.

Agus (29) warga Selo, selaku penjual hewan kurban di Pasar Hewan Singkil ini mengaku situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menawarkan hewan kurban kepada calon pembeli.
Menurut Agus, antusias pembeli diakuinya, tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin juga jual disini. Lha kemarin, awalnya sempat khawatir karena ada corona, tapi ternyata antusias cukup ramai jika dibanding tahun sebelumnya diawal penjualan,” kata Agus saat ditemui di Pasar Hewan Singkil.

Sulitnya mencari bibit sapi serta pembatasan operasional pasar sapi hingga ketatnya pengawasan akibat pandemi covid-19. Agus menyebutnya sebagai pemicu kenaikan harga sapi kurban di tengah pandemi Covid 19 ini.

“Ya sejak ada pandemi covid memang pasar jadi sepi, untuk mencari sapi-sapi itu agak susah. Tapi kalau ada jadi rebutan. Istilahnya untuk mencari sapi dengan harga yang kompetitif jadi agak susah. Tahun ini mungkin harganya agak sedikit lebih tinggi daripada tahun sebelumnya,” kata Agus sembari menambahkan pihaknya menyediakan empat jenis sapi dengan kategori harga yang sesuai dengan kisaran berat sapi.

Sementara, hasil pemantauan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, arus pedagangan untuk hewan kurban di sejumlah pasar hewan ternak di tengah pendemi COVID-19 mulai ada peningkatan.

“Seperti pengalaman tahun sebelumnya perdagangan hewan kurban, diperkirakan mulai meningkat sekitar dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha,” kata Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali, Bambang Purwadi.

Ditegaskan, pihaknya telah menempatkan petugas di Unit Pelaksana Tugas (UPT) di setiap pasar ternak, untuk melakukan pemantauan kesehatan terutama hewan yang akan dipotong untuk dikonsumsi termasuk hewan kurban. “Hewan kurban yang memenuhi syarat antara lain jenis kelamin jantan minimal usia dua tahun, sehat dan fisiknya baik,” katanya.