UBY dan Kemenristekdikti Beri Bantuan Alat dan Melatih Warga Desa di Lereng Merapi

Dok. Istimewa (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Boyolali dan Kementrian Riset Tekhnologi Pendidikan Tinggi memberikan pelatihan serta bantuan alat kepada zejumlah kelompok lokal di desa wisata Samiran, Selo, Boyolali, Senin (5/8/2019).

Pelatihan dan pemberian bantuan alat itu untuk peningkatan sinergitas sejumlah kelompok tani dan kelompok kerja di lereng Merapi.

“Selain memberikan pelatihan, baik hard skill maupun soft skill, kami juga memberi bantuan berupa alat mesin pengemasan, produksi olahan pangan serta meja payung expo untuk pemasaran produk,” kata Ketua tim PKM Kemristekdikti, Donna Setiawati.

Dona mengatakan, UBY (Universitas Boyolali) juga sedang membantu dalam hal pemasaran secara langsung dan melalui internet, sehingga petani dan UKM akan lebih mudah menjual hasil pruduknya dengan harga lebih tinggi. Dengan demikan petani sayur dan kaum ibu perajin makanan olahan berbahan sayur mempunyai margin keuntungan yang lebih tinggi.

Sejumlah perwakilan kelompok tani yang mengikuti pelatihan diantaranya KWT Manunggal yang bergerak dibidang agrowisata sayur, UPPKS lestari yang bergerak dibidang pasca panen dan olahan sayur, dengan Pokja kampung KB Tretes Taman Tani yang bergerak di bidang eduwisata di Dukuh Tretes, Desa Wisata Samiran, Selo, sejak Rabu (28/7) .

“Ya, selain dari pihak kampus sendiri, kami juga menggadeng kemitraan lintas sektoral untuk membantu cara mendapatkan permodalan dan cara pemasaran hasil produksi petani dan UPPKS. Seperti dari perbankan dan owner pengusaha sukses, yang turut memberikan pelatihan secara bergantian,” imbuhnya.

Korlap Tim Hibah Pengabdian PKM Ristekdikti- UBY 2019, Sigit Muryanto menambahkan kegiatan ini selain untuk meningkatkan pengetahuan, juga keterampilan menerapkan teknologi penanganan pasca panen sayuran serta produk olahan pangan berbahan sayuran, dengan demikian petani diharapkan mampu menghasilkan produk sayuran segar maupun olahan yang berkualitas sesuai permintaan pasar dan mendukung inovasi teknologi diversifikasi produk.

“Selain itu kapasitas dan sinergitas diharapkan juga meningkat sehingga dapat meningkatkan omzet masing masing ukm dan pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga anggota ukm tersebut,” pungkasnya. (*)