Meski Sempat Jadi Perdebatan, tapi Dugaan Pelanggaran Pemilu di Nogosari Boyolali Tetap Diproses Hukum

Penyerahan berkas dugaan pelanggaran Pemilu oleh Bawaslu Boyolali kepada tim Gakkumdu di Polres Boyolali, Rabu 19 Desember 2018. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Sentral Penegakkan Hukum (Gakkumdu) telah menentukan sikap atas kasus dugaan pelanggaran pemilu oleh calon legeslatif (Caleg).Caleg di daerah Pemilihan (Dapil) IV Boyolali itu akan dinaikkan ke proses selanjutnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali, Taryono mengatakan keterangan saksi-saksi, pelapor, dan terlapor sudah dirampungkan. Koordinasi ke 2 dengan sentral Gakkumdu langsung digelar untuk membawa proses hukum selanjutnya.

“ Tak sampai 14 hari kami sudah merampungkan, dan langsung kami bawa lagi ke sentral gakkumdu untuk proses selanjutnya,” terangnya.

Setral Gakkumdu pun telah bersepakat untuk melanjutkan perkara itu ketingkat selanjutnya. Yakni menyerahkan perkara tersebut ke aparat kepolisian. Kepolisian kemudian melanjutkan penyelidikan kasus dugaan tersebut.

“Renacananya akan kami serahkan ke Polres Boyolali besok (hari ini,red),”  ujarnya.

Meski terlapor sudah mengakui perbuatan pembagian sembako itu sebagai bentuk shodaqoh, tapi terjadi perdebatan yang cukup serius untuk memutuskan perkara masuk atau tidak, Dimana sembako yang diberikan kepada masyarakat langsung pada saat tidak dalam kampanye menjadi perbedabatan.

Namun setelah dilakukan pencermatan terhadap naskah Peraturan KPU (PKPU) 23 tahun 2018 tentang kampanye ditemukan definisi peserta kampanye pemilihan umum tersebut.

Begitu juga dengan ‘barang lain’ seperti dalam pasal yang disangkakan itu juga terjadi perdebatan antara Bawaslu, penyidik kepolisian dan Jaksa penuntut umum (JPU) Kejasaan Negeri (Kejari) Boyolali. namun setelah mendapatkan jawaban dari saksi ahli, tim sepakat untuk melanjutkan dugaan ini.

Untuk diketahui, Paket sembako berisi gula batu, teh serta Mie Instans yang dibungkus platik hitam itu dan diselipi stiker ajakan mencoblos diberikan warga di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari pada akhir bulan lalu.

Tak hanya itu saja, peserta kampanye atau masyarakat juga dimintai doa dan dukungannya saat Pemilu serentak 2019 mendatang. Pemberian semabko itupun lalu dilaporkan ke Bawaslu Boyolali, karena diduga melakukan pelanggaran pemilu.