Pesona Alam Berjo Karanganyar Tetap Memikat: Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda Dibanjiri Wisatawan, Bidik PAD Rp5 Miliar

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Di saat beberapa kawasan wisata tengah mengeluhkan penurunan angka kunjungan, angin segar justru berembus tajam dari lereng Gunung Lawu. Destinasi wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda yang terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, terus menunjukkan daya pikatnya. Kedua objek wisata unggulan ini selalu dipadati pelancong, khususnya saat akhir pekan di bawah cerahnya langit Karanganyar.

Tingginya antusiasme pelancong terlihat jelas pada akhir pekan lalu. Direktur BUMDes Berjo, Sularno, mengungkapkan bahwa angka kunjungan harian di Air Terjun Jumog saja mampu menembus kisaran 5.800 orang.

“Kalau Jumog dengan Telaga Madirda untuk saat ini tidak ada penurunan, bahkan ada kenaikan pengunjung. Saya rasa kedua tempat ini memang menjadi objek primadona para wisatawan,” ujar Sularno saat ditemui, Sabtu (31/10/2026).

Optimisme Target PAD Rp5 Miliar

Melihat tren positif ini, pihak pengelola optimistis mampu memenuhi target Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp5 miliar. Untuk mencapai angka bersih tersebut, BUMDes menargetkan pendapatan kotor sebesar Rp11 miliar. Setelah dipotong belanja rutin, biaya operasional, dan beban pendukung lainnya, diperkirakan profit bersih dapat menyentuh angka lebih dari Rp8 miliar.

Pembagian hasil usaha ini nantinya akan merujuk pada Peraturan Desa (Perdes) yang berlaku. Dari total keuntungan bersih, sebesar 60 persen dialokasikan langsung untuk PAD Desa Berjo, 6 persen untuk penghargaan kinerja, serta 34 persen sisanya dimanfaatkan kembali untuk pengelolaan dan pengembangan usaha BUMDes.

Penataan Kawasan & Penambahan Wahana Seru

Demi menjaga kenyamanan serta mencegah penumpukan pengunjung di satu titik, BUMDes Berjo bergerak cepat menyusun langkah strategis. Di kawasan Air Terjun Jumog, pengelola melakukan penataan dan merapikan alur serta tepian sungai agar area yang dapat dinikmati wisatawan menjadi lebih merata.

Sementara itu, sentuhan pembenahan di Telaga Madirda tak kalah gencar. Pengelola tengah mengebut pembangunan fasilitas kolam renang anak serta menambah armada kano dan sepeda bebek air baru guna mengurangi antrean panjang.

Tak hanya atraksi air, daya tarik glamorous camping (glamping) di Telaga Madirda juga makin digandrungi. Reservasi dari berbagai komunitas luar daerah—seperti dari Blitar, Jawa Timur—terus mengalir untuk menjajal sensasi bermalam di tepi telaga. Pengelola menyediakan beragam opsi tenda, mulai dari kapasitas 4 orang bersertakan matras dan sleeping bag, hingga tenda eksklusif kapasitas 8 orang lengkap dengan kasur, selimut hangat, kursi santai, hingga peralatan memasak.

Bule Kepincut Alam, Harga Tiket Dipastikan Ramah Kantong

Daya tarik Desa Berjo rupanya tak hanya memikat wisatawan domestik. Wisatawan mancanegara pun tampak lalu lalang hampir setiap hari di area wisata ini. Jika dahulu turis asing lebih dominan mengincar destinasi sejarah seperti Candi Cetho atau Sukuh, kini panorama asri dan kesegaran Air Terjun Jumog terbukti sukses mencuri perhatian mereka.

Meskipun popularitasnya terus melonjak dan penataan fasilitas gencar dilakukan, pengelola memastikan tidak ada kenaikan tarif tiket masuk.

Bagi traveler yang ingin menikmati kesegaran Air Terjun Jumog, tiket masuk wisatawan lokal tetap dibanderol Rp20.000 per orang dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara. Sedangkan untuk menikmati ketenangan Telaga Madirda, pengunjung cukup merogoh kocek Rp15.000 saja. ( bre )