Putri Mangkunegaran Menikah, Dhaup Ageng Kembali Digelar setelah 18 Tahun

Putri dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A) Mangkoenagoro IX, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura (kanan) bersama calon suaminya, K.P.H. F.X. Adimas Rosdian. (Istimewa/*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA—Mangkunegaran akan kembali menggelar Hajad Dalem Dhaup Ageng setelah 18 tahun. Kali ini, pernikahan putri dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A) Mangkoenagoro IX, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura, dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian menjadi rangkaian hajatan yang berlangsung pada 3-7 November 2026.

Juru Bicara Dhaup Ageng Mangkunegaran, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mengatakan keluarga Mangkunegaran menyambut bahagia pernikahan tersebut. Selain menjadi babak baru bagi kedua mempelai, pernikahan ini juga mempertemukan dua keluarga.

“Kami sangat antusias dan bahagia karena setelah 18 tahun sudah tidak ada Dhaup Ageng, akhirnya ada lagi pernikahan,” kata Ayu saat konferensi pers di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Senin, 2 November 2026.

Dhaup Ageng terakhir digelar Mangkunegaran pada 2008, ketika G.R.Aj. Putri Agung Suniwati, putri dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro IX, menikah dengan Sarwana Thamrin. Sebelumnya, pada 1990, Mangkunegaran menggelar pernikahan G.R.Aj. Retno Astrini, putri dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VIII, dengan Y.M. Tunku Abu Bakar.

Gusti Sura merupakan kakak dari pemimpin Mangkunegaran saat ini, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X. Adapun K.P.H. F.X. Adimas Rosdian merupakan putra ketiga K.P. Yustinus Soeroso dan Yustina Rahyuni Soeroso.

Keduanya pertama kali berkenalan pada 2015 melalui sebuah acara yang diadakan teman keluarga. Setelah sempat menjalin hubungan kurang dari setahun dan berpisah hampir satu dekade, mereka kembali bertemu pada awal 2025.

Pertemuan itu kemudian membawa keduanya kembali menjalin hubungan hingga memutuskan menikah. Keduanya memiliki ketertarikan yang sama pada kuliner, perjalanan, dan fotografi.

Ayu mengatakan keluarga Mangkunegaran ingin membagikan kebahagiaan pernikahan tersebut kepada masyarakat. Karena itu, rangkaian Dhaup Ageng tidak hanya berlangsung di lingkungan keluarga, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang dapat diikuti masyarakat.

“Kami ingin membagikan kebahagiaan tidak hanya di keluarga Mangkunegaran saja, tetapi juga ingin masyarakat di sekitar Mangkunegaran turut memberikan doa dan pangestu kepada calon mempelai,” ujarnya.

Rangkaian Dhaup Ageng akan diawali dengan Sengkeran pada 3 November. Prosesi pernikahan dilanjutkan dengan Dhaup Suci dan Panggih pada 6 November, sedangkan Kirab Pengantin dijadwalkan pada 7 November.

Mangkunegaran juga menggelar Mangayubagyo Dhaup Ageng di Pamedan Pura Mangkunegaran pada 6-8 November. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada kedua mempelai. (*Thia/**)