Fokus Jateng, SURAKARTA—Pernikahan putri dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A) Mangkoenagoro IX, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura, dengan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian akan dimeriahkan kirab pengantin pada Sabtu, 7 November 2026. Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian Hajad Dalem Dhaup Ageng sekaligus momentum bagi kedua mempelai untuk menyapa masyarakat Surakarta.
Kirab dijadwalkan berlangsung mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Kedua mempelai akan mengikuti iring-iringan yang melibatkan barisan bregada dan unsur seni Mangkunegaran.
Juru Bicara Dhaup Ageng Mangkunegaran, K.P.H. Drs. Tjuk Susilo, MPA, mengatakan kirab memiliki makna memperkenalkan kedua mempelai kepada masyarakat setelah menjalani rangkaian prosesi pernikahan.
“Kirab ini juga filosofinya memperkenalkan kepada masyarakat. Kedua mempelai yang memulai hidup baru diharapkan mengenal masyarakat,” kata Tjuk saat memberikan keterangan di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Senin, 2 November 2026.
Menurut dia, kirab merupakan salah satu bagian dari tradisi Mangkunegaran yang memiliki keterkaitan dengan hubungan antarmanusia. Melalui tradisi tersebut, peristiwa keluarga juga dihubungkan dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Dalam kirab nanti, kedua mempelai akan mengenakan busana Kasatriyan. Susunan iring-iringan, busana, musik, dan tata laku yang menyertai kirab menjadi bagian dari tradisi Mangkunegaran yang diwariskan lintas generasi.
Juru Bicara Dhaup Ageng lainnya, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, mengatakan keluarga Mangkunegaran ingin membagikan kebahagiaan pernikahan tersebut kepada masyarakat. Karena itu, sejumlah rangkaian kegiatan disiapkan agar warga dapat ikut memberikan doa dan pangestu kepada kedua mempelai.
Selain kirab, Mangkunegaran menggelar Mangayubagyo Dhaup Ageng pada 6-8 November 2026 di Pamedan Pura Mangkunegaran. Kegiatan bertajuk Srawung Kabagyan tersebut terbuka bagi masyarakat.
Rute Kirab dan Rekayasa Lalu Lintas
Berdasarkan informasi mengenai pengaturan lalu lintas yang disampaikan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, rombongan kirab akan berangkat dari Pura Mangkunegaran menuju Jalan Ronggowarsito. Rombongan kemudian bergerak ke barat menuju Simpang Empat Dr. Supomo atau Gajah Lahan.
Selanjutnya, iring-iringan berbelok ke kiri menuju kawasan Pengadilan Negeri, Simpang Pasar Pon, Jalan Diponegoro, sebelum kembali memasuki kawasan Pura Mangkunegaran.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Andri Wahyudi, mengatakan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional selama prosesi kirab berlangsung.
Pengalihan arus diperkirakan berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 atau 18.00 WIB. Penutupan sementara sejumlah ruas jalan dilakukan untuk memberikan ruang bagi rombongan kirab.
Salah satu rekayasa yang disiapkan adalah penerapan contraflow di Jalan Teuku Umar. Kendaraan dari arah utara dan timur yang tidak dapat melintas menuju kawasan Mangkunegaran akan diarahkan ke selatan melalui Jalan Teuku Umar.
Sementara kendaraan dari arah selatan yang hendak menuju utara akan dialihkan ke kawasan Nonongan atau ke arah timur. Setelah kirab selesai, arus lalu lintas diperkirakan kembali normal.
Dishub juga menyiapkan pengaturan di sejumlah persimpangan, antara lain Simpang Empat Ramayana dan Simpang Empat Keprabon.
Masyarakat Dipersilakan Menyaksikan Kirab
Melalui siaran persnya, panitia Dhaup Ageng menyatakan masyarakat dipersilakan menyambut kirab di sepanjang rute yang telah ditentukan. Namun, warga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kekhidmatan prosesi.
Kirab tersebut menjadi salah satu rangkaian yang menghubungkan pernikahan keluarga Mangkunegaran dengan masyarakat Kota Surakarta.
Dhaup Ageng Gusti Sura dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian sendiri berlangsung pada 3-7 November 2026. Pernikahan ini menjadi Dhaup Ageng pertama di Mangkunegaran setelah 18 tahun, sejak pernikahan G.R.Aj. Putri Agung Suniwati pada 2008. (*Thia/**)
