Status Siaga Darurat Kekeringan di Boyolali Diperpanjang 

Fokus Jateng-BOYOLALI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga 20 Desember 2026. Perpanjangan selama 50 hari tersebut dilakukan karena sumber mata air di sejumlah wilayah terdampak belum kembali terisi dan curah hujan di wilayah Boyolali belum menunjukkan peningkatan yang signifikan

“Prinsipnya status siaga darurat diperpanjang. Walaupun cuaca di beberapa tempat sudah mulai mendung dan turun hujan, namun sumber-sumber mata air di wilayah yang mengalami kekeringan belum terisi. Oleh karena itu, dropping air bersih akan tetap kami lakukan sampai kondisi di lapangan benar-benar pulih,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, Rabu 28 Oktober 2026.

Ia menyampaikan bahwa perpanjangan ini merupakan hasil rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Boyolali, serta dihadiri oleh Kapolres, Dandim, perwakilan Kejaksaan, Dewan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait

Dijelaskan, selain penanganan krisis air, rapat evaluasi tersebut juga menyoroti upaya pencegahan dan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu.

“Alhamdulillah, hingga hari ini beberapa titik kebakaran di Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu bisa tertangani dengan baik sehingga tidak meluas,” katanya.

Ari menambahkan kondisi kekeringan juga dipengaruhi fenomena El Nino. Berdasarkan informasi BMKG bahwa fenomena El Nino pada periode Oktober hingga November masih cenderung kuat.

Hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan baru akan turun secara merata pada pertengahan bulan Desember.

“Walaupun kondisi di wilayah kita ini merupakan masa transisi, diperkirakan hujan baru akan turun merata di bulan Desember dengan kemungkinan intensitas yang tinggi. Kemungkinan di pertengahan bulan,” pungkasnya.

(yull/**)