Haul ke-18 PB XII Digelar di Siti Hinggil, Pesan soal Daerah Istimewa Surakarta Kembali Diingat

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan menggelar Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII pada Minggu, 4 Oktober 2026. (Istimewa/*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan menggelar Haul ke-18 Sinuhun Pakubuwono XII pada Minggu, 4 Oktober 2026. Tahlilan untuk mengenang raja yang wafat pada 2004 itu akan digelar di Siti Hinggil Keraton Surakarta.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau yang karib disapa Gusti Moeng, mengatakan tahlilan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB setelah azan Zuhur.

“Besok tanggal 4 di Setinggil jam 11 siang akan mulai tahlil setelah azan Zuhur,” kata Gusti Moeng, Jumat, 2 Oktober 2026.

Haul akan dihadiri sentono, abdi dalem garap, dan abdi dalem lainnya di lingkungan Keraton Surakarta. Sebelum tahlilan, pada Minggu pagi juga dijadwalkan paparingan ganjaran pangkat sesepuhan kepada sejumlah abdi dalem.

Menurut Gusti Moeng, penerima ganjaran pangkat sesepuhan yang baru tidak banyak. Sebagian besar merupakan abdi dalem yang mendapatkan kenaikan pangkat setelah menjalankan tugas dalam berbagai kegiatan, termasuk rangkaian Jumenengan Sinuhun Pakubuwono XIV.

“Ganjaran pangkat sesepuhan ini yang baru pastinya hanya sedikit, karena ini kebanyakan kenaikan maupun pangkat kemarin, yang pada nyambut gawe atau bekerja untuk Jumenengan Sinuwun Pakubuwono XIV,” ujarnya.

Haul Digelar di Siti Hinggil

Siti Hinggil dipilih sebagai lokasi tahlilan karena kawasan utama Keraton Surakarta saat ini masih digunakan untuk proses penataan dan penyatuan berbagai benda keraton dalam rangka revitalisasi.

Sejumlah benda, termasuk gamelan dan koleksi dari museum, tengah menjadi bagian dari proses penataan tersebut. Kondisi itu membuat kegiatan haul tahun ini dipusatkan di Siti Hinggil.

Gusti Moeng mengatakan penggunaan Siti Hinggil untuk kegiatan haul bukan kali pertama. Kawasan tersebut sebelumnya juga pernah digunakan untuk kegiatan serupa ketika akses menuju kawasan utama keraton terbatas.

Setelah tahlilan, rangkaian haul dilanjutkan dengan ziarah ke Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026. Rombongan keluarga dan lingkungan Keraton Surakarta dijadwalkan berangkat sekitar pukul 11.00 WIB. Ziarah tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan untuk mengenang dan mendoakan Sinuhun Pakubuwono XII.

Gusti Moeng Ingat Pesan PB XII

Memasuki haul ke-18, Gusti Moeng kembali mengingat pesan yang pernah disampaikan ayahnya tersebut menjelang akhir hayat. Pesan itu berkaitan dengan harapan agar Daerah Istimewa Surakarta memiliki dasar hukum dan dapat diundangkan oleh pemerintah.

Menurut Gusti Moeng, harapan mengenai Daerah Istimewa Surakarta merupakan salah satu pesan yang dibawa PB XII hingga wafat. Namun, ketika PB XII meninggal pada 2004, harapan tersebut belum terwujud dalam bentuk undang-undang.

“Harapan kami pastinya Sinuhun berarti kan sudah haul yang ke-18, tapi beliau waktu mau wafat memberikan pesan supaya Daerah Istimewa Surakarta itu bisa diundangkan. Yang dibawa sampai beliau wafat, surat belum terwujud itu,” ujarnya.

Pesan tersebut kembali dikenang dalam haul tahun ini. Bagi keluarga Keraton Surakarta, haul tidak hanya menjadi momentum untuk mendoakan dan menghormati leluhur, tetapi juga mengingat perjalanan serta pesan yang ditinggalkan PB XII.

Haul ke-18 berlangsung bersamaan dengan proses revitalisasi dan penataan kawasan Keraton Surakarta. Rangkaian tahlilan di Siti Hinggil dan ziarah ke Pajimatan Imogiri menjadi bagian dari tradisi keluarga dan lingkungan keraton dalam menjaga kesinambungan penghormatan kepada leluhur serta ingatan sejarah Keraton Surakarta. (*Thia/***)