Oleh : Tiara Meylani, Mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISRI Surakarta
Fokus Jateng-SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta turut mendorong peningkatan literasi keuangan pelaku UMKM di Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, melalui program “Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi SI APIK (Sistem Informasi Akuntansi Pencatatan Informasi Keuangan) bagi Pelaku UMKM.”
Program kerja individu yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi, Tiara Meylani, ini berangkat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sejumlah pelaku usaha di Desa Cepoko masih melakukan pencatatan keuangan secara sederhana dan manual. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha mengalami kesulitan dalam memantau pemasukan, pengeluaran, hingga perkembangan keuntungan usahanya.
Kegiatan menyasar tiga jenis usaha, yaitu toko sembako, BUMDes unit usaha bebek petelur, serta agen gas dan air isi ulang. Pelaksanaan dilakukan pada 1 dan 3 Agustus 2026 melalui sosialisasi dan pendampingan secara langsung di lokasi usaha masing-masing.
Dalam pendampingan, pelaku usaha diperkenalkan dengan aplikasi SI APIK dan dibimbing mulai dari pengaturan awal, pemilihan jenis usaha, pencatatan transaksi pembelian dan penjualan, pengeluaran operasional, hingga melihat laporan keuangan yang dihasilkan aplikasi. Pencatatan juga disesuaikan dengan karakteristik setiap usaha. Pada BUMDes bebek petelur, misalnya, transaksi yang dicatat meliputi pembelian bebek dan pakan, biaya pemeliharaan, serta penjualan telur.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berhasil menginstal SI APIK dan mulai mampu melakukan pencatatan transaksi sederhana secara mandiri. Pelaku usaha juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha agar kondisi keuangan dapat dipantau dengan lebih jelas.
Meski terdapat kendala berupa perbedaan kemampuan menggunakan teknologi, karakteristik transaksi, serta keterbatasan waktu pelaku usaha, kegiatan tetap berjalan melalui pendampingan bertahap dan penggunaan contoh transaksi yang sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengenalkan teknologi pencatatan keuangan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan mengelola keuangan usaha secara lebih tertib. SI APIK diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Desa Cepoko untuk mengevaluasi perkembangan usaha, mendukung pengambilan keputusan, dan membangun tata kelola usaha yang lebih profesional serta berkelanjutan. (ist/***)
