Menanamkan Kebiasaan Finansial Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Menabung bagi Siswa Sekolah Dasar

Oleh: Siti Mudholifatur Rosidah, Mahasiswa KKN Kelompok 70, Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI)

Fokus Jateng-SRAGEN–Kebiasaan mengelola keuangan tidak selalu harus dimulai ketika seseorang telah dewasa. Justru, pengenalan terhadap nilai uang, kebiasaan menyisihkan uang, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi Menabung Sejak Dini melalui Kreasi Celengan Warna-Warni” bagi siswa sekolah dasar di Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi literasi keuangan dasar yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, kegiatan juga mengajak siswa belajar melalui praktik kreatif dengan membuat dan menghias celengan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Program tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menabung sekaligus membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola uang secara sederhana. Materi yang diberikan meliputi pengertian menabung, manfaat menabung, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, cara menyisihkan uang jajan, hingga menentukan target tabungan.

Dalam penyampaian materi, siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami bahwa menabung berarti menyimpan uang, tetapi juga diperkenalkan pada konsep perencanaan sederhana. Salah satu contoh yang diberikan adalah menyisihkan uang sebesar Rp2.000 setiap hari selama 30 hari, sehingga dapat terkumpul Rp60.000. Contoh tersebut menunjukkan kepada siswa bahwa nominal kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan tabungan yang berarti.

Menariknya, kegiatan edukasi kemudian dilanjutkan dengan sesi kreasi celengan warna-warni. Siswa diajak memanfaatkan botol atau gelas bekas untuk dibuat menjadi celengan dengan berbagai hiasan dan warna sesuai kreativitas masing-masing. Setelah itu, siswa menuliskan nama serta target tabungan pada celengan yang telah dibuat.

Metode tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi. Siswa secara langsung diajak menghubungkan pengetahuan tentang menabung dengan tindakan nyata yang dapat dilakukan sehari-hari. Suasana belajar pun menjadi lebih aktif karena siswa memiliki kesempatan untuk bertanya, berkreasi, mempresentasikan hasil karya, sekaligus menyampaikan target yang ingin dicapai melalui kebiasaan menabung.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung kurang lebih 100 menit, yang terdiri atas pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, pembuatan celengan, presentasi hasil karya, dan penutup. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar proses edukasi berlangsung secara proporsional antara pemahaman materi dan pengalaman praktik.

Pengenalan literasi keuangan sejak usia sekolah menjadi langkah strategis dalam membentuk perilaku finansial yang lebih baik. Melalui edukasi sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan mulai memahami bahwa mengelola uang bukan hanya tentang menyimpan, tetapi juga tentang menentukan prioritas dan memiliki tujuan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya menghadirkan edukasi yang sederhana, aplikatif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. Celengan yang dibuat bukan sekadar hasil karya, melainkan menjadi simbol dimulainya kebiasaan kecil untuk belajar mengelola uang secara bertanggung jawab.

Lebih dari sekadar mengajarkan cara menyimpan uang, “Edukasi Menabung Sejak Dini melalui Kreasi Celengan Warna-Warni” menjadi upaya menanamkan pola pikir bahwa setiap rupiah memiliki nilai dan setiap kebiasaan kecil dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

Dengan demikian, program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat dilanjutkan oleh siswa di rumah maupun di lingkungan sekolah. Kebiasaan menyisihkan uang, menentukan tujuan tabungan, serta membedakan kebutuhan dan keinginan diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter positif yang mereka bawa hingga dewasa. Sebab, masa depan finansial yang baik tidak selalu dimulai dari jumlah uang yang besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dibangun sejak dini. (ist/***)