Peduli dan Berani Melindungi: Penyuluhan Pencegahan dan Perlindungan Hak Perempuan serta Anak di Desa Cangkol

Oleh: A’inindya Putri P, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta 

Fokus Jateng-SRAGEN – Perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi melaksanakan program kerja berjudul “Penyuluhan Pencegahan dan Perlindungan Hak Perempuan serta Anak” di Desa Cangkol.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Kantor Kelurahan Desa Cangkol ini diikuti oleh ibu-ibu PKK. Penyuluhan disampaikan oleh A’inindya Putri Purbowati sebagai narasumber, dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pencegahan kekerasan serta perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan maupun anak. Melalui kegiatan penyuluhan, peserta diajak untuk memahami bahwa setiap perempuan dan anak memiliki hak untuk dihormati, dilindungi, serta mendapatkan perlakuan yang layak.

Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Kekerasan juga dapat berupa tindakan verbal, psikologis, penelantaran, perundungan, maupun bentuk tindakan lain yang dapat menimbulkan rasa takut dan memberikan dampak buruk bagi korban. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih peka dan mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.

Selain membahas bentuk-bentuk kekerasan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama bagi perempuan maupun anak untuk mendapatkan rasa aman. Komunikasi yang baik, perhatian, serta sikap saling menghargai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Ibu-ibu PKK sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat juga memiliki peran yang besar dalam membangun lingkungan yang peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. Melalui kegiatan dan interaksi langsung dengan masyarakat, ibu-ibu PKK diharapkan dapat ikut menyebarkan informasi serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Kegiatan penyuluhan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi diskusi bersama peserta. Suasana diskusi yang santai membuat peserta lebih aktif dalam menyampaikan pertanyaan dan pendapat. Hal ini menunjukkan adanya antusiasme serta perhatian dari ibu-ibu PKK terhadap isu perlindungan perempuan dan anak yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat Desa Cangkol semakin memahami bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk bertindak, berbagai bentuk kekerasan dapat dicegah sejak dini.

Penyuluhan ini tidak hanya menjadi kegiatan berbagi informasi, tetapi juga menjadi ajakan untuk membangun kesadaran bersama. Dimulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan masyarakat, setiap orang dapat mengambil peran dalam menciptakan ruang yang lebih aman dan nyaman.

Melindungi perempuan dan anak tidak harus menunggu terjadinya masalah. Kepedulian, perhatian, dan keberanian untuk bertindak sejak dini merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan besar bagi mereka. Bersama-sama, masyarakat Desa Cangkol dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. (ist/***)