Oleh: Mahasiswa KKN Kelompok 53 Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng -SRAGEN — Tumpukan botol plastik bekas yang biasanya berakhir sebagai barang tak terpakai, kini punya wajah baru di kawasan wisata Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Melalui salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 53, limbah plastik tersebut diolah menjadi spot foto ikonik bertuliskan “PASAR BAHULAK”, sebuah karya kreatif yang sekaligus menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.
Program ini digagas oleh kelompok mahasiswa KKN yang diterjunkan di Desa Karungan, dengan sasaran utama memanfaatkan limbah botol plastik yang selama ini belum tergarap secara optimal di tingkat desa.
Berangkat dari Persoalan Sampah yang Belum Tuntas Terkelola
Desa Karungan sebenarnya sudah memiliki bank sampah yang aktif menampung sampah dari masyarakat sekitar, termasuk botol-botol plastik bekas. Namun, selama ini sampah yang terkumpul di bank sampah tersebut hanya berhenti pada tahap penjualan ke pengepul, tanpa sempat diolah lebih lanjut menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah.
Kondisi inilah yang kemudian mendorong mahasiswa KKN untuk mencari cara agar limbah botol plastik tidak sekadar menjadi barang jualan ke pengepul, melainkan dapat diubah menjadi karya yang memiliki nilai guna sekaligus nilai estetika. Gagasan ini kemudian diarahkan pada kawasan wisata Pasar Bahulak, yang dinilai masih membutuhkan fasilitas pendukung untuk memperkuat daya tarik sekaligus menghadirkan ciri khas tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Dari Botol Bekas Menjadi Spot Foto Ikonik
Program dimulai dengan tahap pengumpulan botol plastik bekas dari lingkungan sekitar, yang kemudian dibersihkan agar siap diolah. Botol-botol tersebut selanjutnya dicat dengan warna-warni agar tampil lebih menarik secara visual, sebelum akhirnya disusun dan dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk tulisan besar bertuliskan “PASAR BAHULAK“.
Pemilihan botol plastik sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Material ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, relatif mudah diolah dengan peralatan sederhana, serta dapat disulap menjadi bentuk visual yang mencolok dan menarik perhatian pengunjung. Hasil akhirnya kini berdiri sebagai instalasi spot foto yang sekaligus menjadi penanda identitas kawasan wisata Pasar Bahulak.
“Kami ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat bahwa sampah plastik sebenarnya bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain mempercantik kawasan wisata, spot foto ini juga menjadi media edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Menjawab Dua Kebutuhan Sekaligus: Wisata dan Edukasi Lingkungan
Program ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan secara bersamaan. Dari sisi pariwisata, keberadaan spot foto ini diharapkan mampu memperkuat fasilitas dan daya tarik kawasan Pasar Bahulak, sehingga dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan. Dari sisi lingkungan, program ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung mengenai pentingnya pengelolaan sampah, sekaligus mendorong agar hasil kerja bank sampah desa dapat memiliki nilai guna yang lebih optimal, tidak hanya berhenti sebagai barang yang dijual ke pengepul.
Sambutan Positif dari Masyarakat dan Pengunjung
Kehadiran spot foto berbahan dasar limbah plastik ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung Pasar Bahulak. Banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk berfoto di area tersebut, sehingga secara tidak langsung turut membantu mempromosikan Pasar Bahulak melalui unggahan foto di media sosial.
Manfaat Ekonomi, Lingkungan, dan Pariwisata
Program ini memberi dampak ganda: dari sisi lingkungan, program ini membantu mengurangi volume sampah botol plastik yang selama ini hanya berujung ke pengepul tanpa nilai tambah. Dari sisi pariwisata, spot foto ini berpotensi meningkatkan daya tarik dan nilai jual kawasan Pasar Bahulak sebagai destinasi wisata desa.
Program ini menjadi bukti bahwa persoalan sampah tidak melulu harus diselesaikan dengan cara konvensional. Dengan sentuhan kreativitas mahasiswa KKN, limbah botol plastik yang semula dianggap tak berguna kini berubah menjadi karya yang indah, fungsional, dan turut mendukung pengembangan potensi wisata desa.
Ke depannya, kelompok KKN berharap program semacam ini dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat setempat, sehingga semangat mendaur ulang sampah tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKN, melainkan menjadi kebiasaan baik yang berkelanjutan di Desa Karungan. (ist***)
