FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Memasuki hari pertama Operasi SAR pencarian Faiz Khairul Nizam (8), bocah laki-laki asal Dusun Tasgunting, Desa Nangsri, Kebakkramat, yang dilaporkan hilang sejak Minggu dini hari, tim gabungan belum menemukan titik terang. Di tengah upaya teknis petugas, ratusan warga setempat menggelar aksi kearifan lokal sebagai bentuk ikhtiar spiritual agar korban segera diketemukan.
“Operasi hari pertama difokuskan pada penyisiran saluran air dari Pintu Air Dusun Tasgunting hingga ke beberapa titik penyaringan air (siphon), namun hasilnya masih nihil dan akan dilanjutkan besok pagi,” ujar Hendro dalam keterangan resminya.
Ikhtiar Spiritual Warga
Sementara itu, pada Senin malam, suasana di Dusun Tasgunting tampak berbeda. Sekitar 100 warga yang terdiri dari ibu-ibu, pemuda Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat melakukan aksi berkeliling kampung.
Sambil membawa peralatan dapur seperti gelas, piring, dan wajan, warga memukul benda-benda tersebut menciptakan suara gaduh atau yang dikenal dengan tradisi gumbredeg. Sambil membawa obor, mereka berjalan mengitari dusun searah jarum jam sembari meneriakkan nama korban, Faiz.
“Ini adalah bentuk ikhtiar kearifan lokal dari warga. Kami bersama-sama mendoakan agar Mas Faiz segera diketemukan dalam keadaan selamat,” ujar salah satu warga dalam rekaman kegiatan tersebut.
Kronologi Kehilangan
Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu (29/3) sekitar pukul 02.00 WIB saat nenek korban mendapati pintu rumah sudah terbuka dan sang cucu tidak ada di tempat tidur. Berdasarkan rekaman CCTV desa, korban terakhir terlihat berjalan ke arah timur menuju sungai yang berjarak sekitar 280 meter dari pemukiman warga.
Rencana Operasi Hari Kedua
Tim SAR gabungan telah menyusun rencana untuk hari Selasa (31/3) dengan mengerahkan personel untuk melakukan body rafting di beberapa titik kritis.
“Rencana besok kita akan menyisir dari Siphon Malangsari hingga Gedangan Kaliwuluh, serta melakukan pemantauan intensif di empat titik saringan air utama,” pungkas Hendro. ( bre suroto )
