Surakarta Runner-up Porprov Jateng 2026, KONI Siapkan Pembinaan Jangka Panjang Atlet hingga 2030

Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu (kanan) bersama Ketua Kontingen Surakarta atau Chief de Mission (CdM), Supriyanto (tengah) memberikan keterangan tentang prestasi yang diraih kontingen Surakarta di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 dalam jumpa pers di Kantor KONI Surakarta, Senin, 2 November 2026. (*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA – Keberhasilan kontingen Kota Surakarta menempati peringkat kedua Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 menjadi modal bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta untuk mempertahankan prestasi pada kompetisi berikutnya.

KONI Surakarta mulai menyiapkan program pembinaan jangka panjang hingga Porprov XVIII 2030 di wilayah Kedu Raya. Salah satu program yang disiapkan adalah pemberian insentif kepada atlet peraih medali emas yang masih berpotensi memperkuat kontingen Kota Surakarta.

Ketua Umum KONI Surakarta, Her Suprabu mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjaga motivasi atlet sekaligus memperkuat ikatan mereka dengan Kota Surakarta.

“Kita berharap atlet-atlet yang masih berpotensi ke depan tetap membela nama harum Kota Surakarta. Salah satu program yang belum pernah dilaksanakan pengurus sebelumnya adalah memberikan insentif selama menjelang Porprov 2030,” kata Her Suprabu dalam jumpa pers di Kantor KONI Surakarta, Senin, 2 November 2026.

Menurut dia, pemberian insentif akan mempertimbangkan persyaratan dan potensi atlet untuk kembali memperkuat kontingen pada kompetisi mendatang.

Surakarta berhasil mengumpulkan 79 medali emas, 72 perak, dan 70 perunggu pada Porprov Jateng 2026. Hasil tersebut melampaui target yang disepakati bersama KONI, pelatih, dan manajer sebelum kompetisi berlangsung.

Ketua Kontingen Surakarta atau Chief de Mission (CdM), Supriyanto, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama atlet, pelatih, manajer, dan jajaran KONI Surakarta.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil yang telah dirilis panitia dan data kami, kontingen Kota Surakarta telah menduduki peringkat kedua dengan perolehan medali emas 79, perak 72, dan perunggu 70,” kata Supriyanto yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta.

Pada Porprov sebelumnya, Surakarta berada di peringkat ketiga dengan raihan sekitar 73 medali emas.

Her Suprabu mengatakan peningkatan prestasi sejumlah cabang olahraga menjadi bahan penting dalam menyusun strategi pembinaan. Cabang olahraga panahan, misalnya, berhasil meraih tujuh medali emas dari target tiga medali emas.

Sementara itu, cabang olahraga judo meraih lima medali emas dari target satu medali emas. Meski demikian, masih ada sejumlah cabang olahraga yang belum memenuhi target.

Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan prioritas pembinaan dan efektivitas program latihan.

 

Siapkan 20 Cabang Olahraga Unggulan

Untuk mempertahankan prestasi, KONI Surakarta juga menyiapkan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai pedoman pembinaan hingga 2030. Penyusunan konsep DOD dilakukan bersama Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Her Suprabu menyebut DOD secara konsep telah menetapkan 20 cabang olahraga unggulan sebagai fokus pembinaan.

KONI akan menentukan skala prioritas berdasarkan potensi dan perkembangan prestasi masing-masing cabang olahraga. Program Pusat Latihan Kota (Puslatkot) juga akan diselaraskan dengan DOD agar pembinaan berjalan lebih terarah.

Selain itu, pembinaan atlet muda tetap menjadi perhatian untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus mengantisipasi perpindahan atlet potensial ke daerah lain.

“Solo tetap mengedepankan pembinaan atlet-atlet muda. Keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) mendukung pembibitan atlet,” ujar Her Suprabu.

Dengan menyiapkan pembinaan atlet muda, insentif, dan penentuan cabang olahraga unggulan, KONI Surakarta berharap dapat mempertahankan prestasi pada Porprov 2030.

Supriyanto mengatakan keselamatan dan kenyamanan atlet juga menjadi perhatian selama pelaksanaan Porprov. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi kesehatan, konsumsi, hingga tempat tinggal atlet.

Ia bersyukur seluruh kontingen dapat kembali dengan selamat tanpa kejadian yang membahayakan atlet selama mengikuti pertandingan.

“Kita kalau menang ya menang satria, kalau kalah juga kalah satria. Inilah kemampuan dan kekuatan kami yang kami persembahkan,” ujarnya. (*Thia/**)