Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu PKK Desa Cepoko tentang Bijak Mengelola Pinjaman

Oleh: Andriyant Diva Ramadhani, mahasiswa program studi manajemen, Universitas Slamet Riyadi Surakarta 

Fokus Jateng-SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bijak Mengelola Pinjaman untuk Menjaga Kesejahteraan dan Keharmonisan Keluarga” kepada ibu-ibu PKK Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026 tersebut merupakan program kerja individu Andriyant Diva Ramadhani, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan keluarga dan penggunaan pinjaman secara bijak.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran rumah tangga, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menghitung kemampuan membayar sebelum mengambil pinjaman.

Materi juga membahas mengenai pinjaman mikro, dampak utang yang tidak dikelola dengan baik, faktor yang dapat menyebabkan seseorang terjebak utang, kewaspadaan terhadap penawaran pinjaman yang tidak jelas, hingga pentingnya komunikasi dengan pasangan atau keluarga sebelum mengambil keputusan keuangan.

Melalui sosialisasi tersebut, peserta diajak memahami bahwa pinjaman tidak selalu memberikan dampak negatif apabila digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar. Namun, keputusan untuk meminjam perlu dilakukan dengan perhitungan yang matang, termasuk mempertimbangkan jumlah angsuran, bunga, biaya, jangka waktu, serta kondisi pendapatan keluarga.

Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, mulai dari mengatur pengeluaran, memenuhi kebutuhan keluarga, mengelola tabungan, hingga terlibat dalam pengambilan keputusan pembiayaan keluarga.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara komunikatif melalui pemaparan materi, pemberian contoh sederhana mengenai anggaran keluarga, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan ibu-ibu PKK dalam mengikuti pembahasan dan berinteraksi selama kegiatan berlangsung.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjaman serta membangun kebiasaan mengelola keuangan secara terencana. Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan adalah “pinjamlah sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan.”

Melalui kegiatan KKN-PPM ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Edukasi keuangan keluarga menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu masyarakat menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga sekaligus menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dan harmonis. (Ist/**)