Mahasiswa KKN UNISRI Perkuat Brand Image UMKM Marning & Kedelai Wahyu Utomo melalui Rebranding Kemasan dan Konten Kreatif

Oleh: Yuyun Antika, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI)

Fokus Jateng- SRAGEN,-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu dengan mengusung program “Pendampingan Penguatan Brand Image melalui Pembuatan Media Promosi dan Konten Kreatif pada UMKM Desa”, pada UMKM Marning & Kedelai Wahyu Utomo di Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Yuyun Antika, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISRI Surakarta. Program kerja ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa, khususnya melalui penguatan identitas produk dan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.

Kegiatan ini berfokus pada pembaruan tampilan kemasan produk serta pembuatan konten kreatif untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat secara lebih luas.

UMKM Marning & Kedelai Wahyu Utomo merupakan salah satu usaha yang memproduksi makanan ringan berupa marning dan kedelai. Produk tersebut telah dipasarkan kepada konsumen maupun agen dalam jumlah tertentu. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan pemilik UMKM, produk telah memiliki identitas usaha, namun masih terdapat peluang untuk meningkatkan daya tarik visual produk melalui pembaruan desain kemasan dan pemanfaatan media promosi digital.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pembuatan desain kemasan baru untuk produk Marning & Kedelai Wahyu Utomo. Pembaruan desain dilakukan dengan mempertimbangkan tampilan visual, identitas produk, keterbacaan informasi, serta daya tarik kemasan ketika dilihat oleh konsumen.

Kemasan memiliki peran penting dalam memperkenalkan karakteristik suatu produk. Selain berfungsi sebagai pelindung produk, kemasan juga dapat menjadi media komunikasi visual yang membantu konsumen mengenali suatu merek. Oleh karena itu, melalui desain kemasan yang lebih menarik dan memiliki identitas visual yang konsisten, diharapkan produk Marning & Kedelai Wahyu Utomo dapat memiliki citra yang lebih kuat dan mudah dikenali.

Selain melakukan pembaruan kemasan, mahasiswa juga membuat konten promosi menggunakan media sosial TikTok dengan akun KKN di Cangkol. Beberapa konten kreatif dibuat dengan menampilkan produk Marning & Kedelai Wahyu Utomo dalam bentuk video pendek yang informatif dan menarik.

Pembuatan konten promosi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menentukan konsep konten, mengambil gambar dan video produk, melakukan proses editing, hingga menyusun caption dan hashtag yang sesuai. Konten tersebut kemudian dipublikasikan melalui TikTok sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas.

Pemanfaatan TikTok dipilih karena media sosial tersebut dapat menjadi sarana promosi yang praktis bagi UMKM melalui penyajian konten video yang kreatif. Melalui konten yang dibuat, produk lokal seperti Marning & Kedelai Wahyu Utomo dapat diperkenalkan tidak hanya kepada masyarakat sekitar, tetapi juga kepada pengguna media sosial yang lebih luas.

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam membangun identitas produk sekaligus meningkatkan daya tarik promosi.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya penguatan brand image dalam mendukung pemasaran produk. Penguatan merek tidak hanya dilakukan melalui nama atau logo, tetapi juga dapat dibangun melalui tampilan kemasan, konsistensi identitas visual, serta cara produk diperkenalkan kepada konsumen.

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN UNISRI turut mengambil peran dalam mendukung pengembangan UMKM Desa Cangkol melalui pemanfaatan kreativitas dan media digital. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Marning & Kedelai Wahyu Utomo untuk mengembangkan strategi promosi yang lebih menarik dan mengikuti perkembangan pemasaran di era digital.

Selanjutnya, penggunaan kemasan baru dan pembuatan konten di media sosial diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga identitas produk semakin dikenal oleh masyarakat. Konsistensi dalam melakukan promosi melalui media sosial juga diharapkan dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal. (ist/***)