FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Kerinduan warga perantauan asal Karanganyar untuk merayakan Lebaran di kampung halaman segera terobati. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kembali menggelar program Mudik Gratis 2026 dengan tajuk “Sesarengan Wangsul Karanganyar”.
Tahun ini, armada yang disiapkan tergolong spesial. Pemkab Karanganyar secara resmi memfasilitasi 15 unit bus, ditambah 1 unit bus sumbangan pribadi dari warga Karanganyar yang peduli, sehingga total ada 16 bus yang siap menjemput para perantau di Jakarta.
Bentuk Kepedulian Setulus Hati
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud apresiasi nyata pemerintah daerah kepada warganya yang mengadu nasib di ibu kota.
Saat dihubungi melalui pesan singkat (WhatsApp), Bupati Rober menekankan bahwa para perantau memiliki peran besar bagi Bumi Intanpari.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Karanganyar dengan setulus hati kepada warga yang merantau. Mereka adalah pahlawan keluarga yang sedikit banyak juga memberi kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi di Karanganyar,” papar Rober, Rabu (25/2).
Detail Keberangkatan dan Syarat
Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, rombongan mudik gratis ini dijadwalkan berangkat dari Museum Gedung Pewayangan Kautaman TMII Jakarta pada:
-
Hari/Tanggal: Senin, 16 Maret 2026
-
Waktu: Pukul 10.00 WIB
-
Fasilitas: Dropping zone sampai ke tingkat Kecamatan di Karanganyar.
Siapa saja yang bisa mendaftar?
Program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Karanganyar yang bekerja di sektor informal, antara lain:
-
Asisten Rumah Tangga (ART)
-
Pedagang Kaki Lima (PKL)
-
Buruh Pabrik atau Bangunan
-
Sopir Angkutan Umum atau Ojek Online
Setiap satu Kartu Keluarga (KK) diberikan kuota maksimal untuk 4 orang. Mengingat kuota yang terbatas, warga diharapkan segera menghubungi koordinator lapangan (Korlan) Kabupaten Karanganyar untuk melakukan pendaftaran.
Gotong Royong Warga
Hal yang menarik perhatian tahun ini adalah adanya satu unit bus tambahan dari swadaya warga. Ini menunjukkan semangat sesarengan (kebersamaan) yang kuat di antara masyarakat Karanganyar, di mana yang mampu turut membantu saudaranya agar bisa pulang ke pelukan keluarga saat hari raya. ( bre )
