Fokus Jateng-BOYOLALI,-Para pengguna jalan kawasan Dukuh Bubakan, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo dikejutkan dengan temuan puluhan karung berisi bangkai ayam yang dibuang lahan kosong tepi jalan Solo Selo Borobudur (SSB).
Setelah ditelisik, puluhan karung berisi limbah pengolahan itu ditemukan di beberapa titik desa setempat. Penemuan yang terjadi pada Rabu 10 Desember 2025 pagi itu memicu keresahan warga karena menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.
Ketua RT 02, RW 02, Dukuh Bubakan, Desa Jelok, Cepogo, Sri Hadi (63), mengungkapkan, temuan bermula dari laporan warga yang mencium bau tidak sedap saat melintas di sekitar lokasi. Setelah ditelisik limbah tersebut ditemukan di beberapa titik.
“Warga yang melaporkan ada bau menyengat, setelah di cek berasal dari tumpukan karung ditepi jalan,” katanya.
Kantong limbah paling banyak ditemukan di bekas tambang di sisi jalan Solo-Selo-Borobudur (SSB). Puluhan kantong berisi bangkai ayam berbagai bentuk, seperti kepala, jeroan, serta ceker, ditemukan dengan kondisi sudah membusuk. Bahkan banyak diantaranya sudah berbentuk bubur.
“Awalnya dibuang di bekas tambang, terus sama warga dipasang tulisan agar tidak buang sampah. Karena baunya sampai ke pemukiman,” katanya.
Dia mengatakan, bahwa limbah tersebut pertama kali ditemukan antara 1-2 minggu sebelumnya. Setelah dipasang papan peringatan, bukannya berhenti, justru limbah ayam itu ditemukan berserakan di sepanjang jalan kampung di Dukuh Bubakan.
“Sepertinya orang yang tidak bertanggung jawab itu memanfaatkan kondisi jalan yang sepi. Makanya dibuang pada malam hari,”ujarnya.
Sri Hadi menjelaskan, bahwa kejadian pembuangan limbah di sepanjang jalan kampung mulai terjadi antara hari Jumat-Sabtu pekan lalu.
“Warga resah, soalnya dilokasi awal sudah dipasang. Tapi malah pindah di jalan desa,” kata Ketua RT itu.
Ia menegaskan pihaknya akan melaporkan temuan ini ke Polsek Cepogo. Warga berharap, pelaku pembuangan limbah ayam segera ditemukan. Mereka juga berharap pelaku bisa mendapat hukuman akibat perbuatannya.
“Kami berharap ada tindakan cepat dari instansi terkait. Limbah ini sangat mengganggu dan bisa membahayakan kesehatan, apalagi Cepogo ini daerah wisata,” ujarnya.
Sementara itu Plt kades Jelok, Prasetyo Joko Nugroho menjelaskan, pihaknya akan mencari informasi terkait dalang pembuangan limbah.
“Insyaallah, apabila tertangkap, kalau bisa diproses hukum. Yang paling banyak disini (jalan SSB). Kami belum tahu persis kapan waktunya, karena di pinggir jalan. Sehingga patut diduga pembuangan dilakukan secara sengaja dan sembunyi-sembunyi,” jelas Joko.
Pihaknya berkomitmen akan mencari pelaku. Sebab menimbulkan keresahan bagi masyarakat Desa Jelok.
Sementara itu, hingga Rabu sore, beberapa titik tumpukan limbah sudah ditutup menggunakan tanah, oleh dinas lingkungan hidup (DLH) Boyolali. Penutupan tersebut dilakukan untuk mengurangi bau menyengat yang dikeluarkan oleh limbah.
“Kami menyayangkan masyarakat yang punya perilaku membuang sampah sembarangan. Secara moral itu tidak betul. Lebih baik berkoordinasi dengan DLH,” jelas Kepala DLH Boyolali, Suraji.
Pihaknya juga mencari siapa pelaku pembuang limbah tersebut. Bahkan, Suraji juga siap melaporkan pelaku jika memang menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang serius. ( yull/**)
