Banjir Kismoyoso, Hanyutkan Sebuah Jembatan

Jembatan sasak dari bambu dan kayu, penghubung Dukuh Pandeyan, Desa Pandeyan dengan Dukuh Tambas, Desa Kismoyoso hanyut terbawa deranya arus Sungai Beran. (yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Sejumlah dukuh di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali yang tergenang banjir sejak Selasa 5 April 2022 petang, tak hanya menggenangi pemukiman warga dan lahan pertanian. Namun, satu jembatan hanyut. Luapan Sungai Beran itu juga meninggalkan sampah kayu dan bambu menyangkut disekitar jembatan.
Jembatan yang terbawa banjir itu, menurut warga sekitar merupakan jembatan sasak dari bambu dan kayu, penghubung Dukuh Pandeyan, Desa Pandeyan dengan Dukuh Tambas, Desa Kismoyoso. Pondasinya dari drum yang dicor beton.
“Jembatan ini hanyut terbawa banjir kemarin sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Zainal Bahtiar, yang rumahnya di dekat jembatan tersebut, Rabu 6 April 2022.
Jembatan itu sejauh ini merupakan akses alternatif, sehingga setiap hari ramai. Tak hanya yang mengendari sepeda motor, tapi mobil-mobil kecil itu juga banyak yang lewat jembatan ini. Menurut Zainal Bahtiar, banjir yang terjadi kemarin cukup besar, setelah diguyur hujan deras pukul 17.00 WIB. Jembatan sasak itu hanyut diduga karena tak kuat menahan tumpukan sampah bambu dan lainnya yang menyangkut. Karena aliran banjir yang deras dan terdesak oleh tumpukan sampah sehingga akhirnya jembatan pun ikut terbawa arus air.
Warga Dukuh Pandeyan, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini mengatakan banjir juga menyisakan tumpukan sampah yang menyangkut di jembatan penghubung Dukuh Kedung Dowo, Desa Kismoyoso dengan Dukuh Jateng, Desa Pandeyan.
Pasca kejadian, warga sekitar tampak bergotong-royong menyingkirkan sedikit demi sedikit, sampah batang-batang bambu yang menumpuk di jembatan ini. Menggunakan sabit, gergaji dan peralatan sederhana lainnya, mereka berusaha menyingkirkan sampah-sampah itu agar aliran air sungai lancar.