Dindikbud Boyolali Perhitungkan Matang Sistem Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Sistem pembelajaran tatap muka (PTM) dipastikan tertunda lagi karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV. Padahal data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali skor IKM 2,55 atau berada dizona risiko rendah. Sementara pembelajaran jarak jauh (PJJ) dikhawatirkan akan menimbulkan learning lost. Mengingat hampir dua tahun PJJ berjalan, sedangkan tidak semua daerah terfasilitasi internet.

“Kita masih level 4 dan ini masih minta petunjuk bupati terkait PTM. Memang dari masyarakat, murid, orangtua sampai Kementerian sudah satu pemahaman, jika ini terus menerus tidak PTM, ini berbahaya pada generasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto.

Atas kondisi tersebut, Darmanto menekankan pada kehati-hatian agar potensi paparan bisa diminimalisir. Sehingga PTM bisa segera digelar. Sedangkan standar operasional prosedur (SOP) PTM masih mengacu pada aturan sebelumnya. Seperti guru wajib divaksin, berada dizona hijau, sarana prasarana (Sarpras) protokol kesehatan (Prokes) covid-19 dan lainnya.

“Kita terkunci oleh PPKM level 4 itu. Meski sudah mayoritas zona hijau karena kunci kita disitu (PPKM Level 4,red). Lalu Bupati kemarin meminta syaratnya siswa sudah vaksin. Namun, kami menimbang daya tahan anak lebih kuat daripada dewasa. Yang penting semua dipersiapkan,” imbuhnya.

Sementara data Dinas Kesehatan Boyolali menyebut hingga Senin (30/8/2021) angka paparan di Boyolali terus melandai. Tercatat pada 30 Agutus hanya 11 kasus tambahan terkonfirmasi positif covid-19. Sedangkan kasus aktif tercatat 438 kasus dengan rincian, 156 pasien dirawat, 200 pasien isolasi mandiri dan 82 pasien menjalani isolasi terpusat.

“Skor IKM kita 2,55 dan masuk zona risiko sedang. Vaksinasi pelajar juga sudah dimulai, dan 9 September nanti vaksin dosis kedua dibeberapa sekolah di Boyolali Kota,” kata Plt Dinkes Boyolali Insan Dwi Asmono.

Dijelaskan, saat ini Boyolali masuk kriteria level 1. Dihitung dari Kasus konfirmasi baru per 100.000 penduduk minggu ini, positif rate di Boyolali hanya 10 persen, rasio kontak erat sebanyak 2 kasus, dan keterisian bad occupancy rate (BOR) turun menjadi 36 persen.

Sedangkan peta sebaran covid-19 di Boyolali, tinggal dua desa yang masih berada dizona merah. Yakni, Desa Jeron, Nogosari dan Desa Sindon, Ngemplak. Masih ada beberapa desa yang berada dizona kuning, oranye dan mayoritas berada dizona hijau. Di Boyolali ada 261 desa dan enam kelurahan.