Dari Karanganyar Jaga Mata Air Bumi Pertiwi, Ketua DPRD Jateng Sumanto Bentuk ‘Pasukan Ikhlas’ 7 Relawan per Desa

 

FOKUSJATENG.COM, SEMARANG – Menjaga kelestarian alam bukan sekadar tentang seberapa banyak bibit pohon yang ditanam, melainkan tentang seberapa konsisten pohon-pohon tersebut dirawat hingga tumbuh besar. Prinsip hidup inilah yang dipegang teguh oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sumanto, S.H.
Dalam aksi lingkungan terbaru, Sumanto tidak hanya turun ke lapangan untuk menanam pohon sebagai penjaga sumber air dan daya hidup bumi pertiwi. Lebih dari itu, ia menginisiasi sebuah gerakan berbasis komunitas yang menyentuh akar rumput: membentuk relawan khusus perawatan pohon di setiap desa.

Tidak tanggung-tanggung, di setiap desa ditunjuk 7 orang relawan yang berkomitmen penuh secara sukarela. Angka “7” atau dalam filosofi Jawa disebut *pitu*, diharapkan menjadi simbol pitulungan (pertolongan) bagi kelestarian lingkungan hidup di Jawa Tengah.

Bukan Sekadar Seremonial, Fokus pada Keberlanjutan

Sumanto menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya aksi penanaman pohon yang hanya berakhir sebagai ajang seremonial belaka. Setelah difoto dan ditinggal, tidak sedikit bibit pohon yang mati karena kekeringan atau tidak terawat.

“Menanam pohon itu seperti menitipkan masa depan. Pohon adalah penjaga daya hidup bumi pertiwi, mereka yang mengikat air tanah agar anak cucu kita tidak kekeringan. Tapi ingat, pohon juga makhluk hidup. Kalau cuma ditanam lalu ditinggal, ya mati. Makanya, kunci utamanya ada di perawatan,” ujar Sumanto dengan nada optimis.

Untuk menjamin keberlangsungan hidup pohon-pohon yang telah ditanam, para relawan yang dibentuk ini mengemban tugas mulia. Mereka bertugas memantau perkembangan pohon, menyiramnya secara berkala, hingga memastikan tanaman tersebut aman dari gangguan hama atau hewan ternak.

Keikhlasan yang Bergerak di Setiap Desa

Yang menarik dari gerakan ini adalah aspek humanisnya. Tujuh relawan yang dipilih di setiap desa ini bukanlah pekerja bayaran, melainkan warga lokal yang bergerak murni atas dasar keikhlasan dan kepedulian terhadap tanah kelahiran mereka.
Mengapa harus dibentuk sampai ke tingkat desa? Sumanto menjelaskan beberapa alasan krusial:
Kedekatan Lokasi:Relawan lokal tahu persis kondisi geografis dan sumber air terdekat di desanya.
Rasa Memiliki (Sense of Belonging): Menjaga pohon di tanah sendiri akan menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar.
Edukasi Warga sekitar: Kehadiran 7 relawan ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga desa lainnya untuk ikut peduli pada lingkungan.

Investasi Oksigen dan Air untuk Masa Depan Jawa Tengah

Aksi nyata Ketua DPRD Jateng ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat. Langkah Sumanto dinilai memberikan teladan bahwa seorang pemimpin harus berpikir jauh ke depan, melampaui sekat-sekat politik, demi keselamatan lingkungan.
Melalui sinergi antara penanaman pohon pelindung air dan pembentukan ‘pasukan ikhlas’ ini, Sumanto berharap Jawa Tengah bisa menjadi provinsi yang lebih tangguh terhadap ancaman krisis air bersih dan bencana kekeringan di masa mendatang.
“Ini adalah investasi oksigen, investasi air bersih, dan investasi kehidupan. Terima kasih kepada para relawan yang sudah ikhlas luar biasa. Mari kita rawat bumi pertiwi ini bersama-sama,” pungkas Sumanto hangat. ( bre suroto )