Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pisang di Ruas Jalan Kemasan-Jatirejo Sawit

FokusJateng.com – BOYOLALI – Kondisi jalan rusak dan berlubang di  ruas jalan Kemasan-Jatirejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, yang tak kunjung tertangani dikeluhkan warga sekitar.

Puncaknya, warga yang geram, beramali ramai menggelar aksi tanam pohon pisang, pada Minggu 14 Juni 2026 siang.

Sejumlah pohon pisang itu ditanam tepat di titik kerusakan yang dinilai paling parah di jalur alternatif penghubung wilayah Sanggung – Pengging, Kecamatan Banyudono.

Sejak hari itu, video yang merekam aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan berlubang di ruas jalan Kemasan-Jatirejo, Kecamatan Sawit viral di media sosial. Tak hanya di jagat maya, aksi itu ternyata juga menjadi perbincangan hangat warga, mulai dari di rumah-rumah, perkumpulan warga, hingga di warung-warung kopi.

 Hanya saja, pada Senin 15 Juni 2026 pagi, pohon pisang itu sudah dipindahkan ke tepi jalan.

Sejumlah warga menyebut penanaman pohon pisang dilakukan sebagai bentuk sindiran sekaligus protes karena jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan belum mendapat perbaikan.

“Awalnya rusak kecil-kecil, terus makin besar dan dalam,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga mengaku telah beberapa kali melakukan penambalan secara swadaya untuk mengurangi risiko kecelakaan. Meski demikian, kerusakan jalan terus bertambah seiring tingginya volume kendaraan yang melintas, terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah maupun kerja.

“Yang jatuh sudah berapa saja. Sudah banyak, karena jalannya rusak,” kata warga lainnya, Kusnadi.

Menurutnya, kondisi jalan menjadi lebih berbahaya ketika musim hujan tiba.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, Joko Prasetyo, mengatakan kerusakan jalan ini terjadi sejak adanya pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Dimana banyak kendaraan  pengangkut material tanah urug yang melintasi jalan tersebut.

Terkait perbaikan jalan Kemasan-Jatirejo, Joko mengaku belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Menurut dia, hingga saat ini belum tersedia alokasi anggaran untuk menangani ruas jalan tersebut. Pemerintah Kabupaten Boyolali baru mengusulkan anggaran perbaikan pada pembahasan anggaran tahun 2027.

“Ini pas membahas itu (anggaran) perbaikan,” katanya. ( yull/**)