Guru di Boyolali Rasakan Manfaat JKN Bagi Pengobatan Anaknya

Fokus Jateng-BOYOLALI , – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus menjadi solusi bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama saat menghadapi kondisi darurat. Hal ini dialami oleh Dwi Rulianti (38), seorang berprofesi guru di Kabupaten Boyolali.

Sejak JKN tahun 2014, Dwi sudah terdaftar sebagai Peserta JKN sebagai segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Bagi Dwi, Program JKN sangat membantu dirinya dan keluarga memanfaatkan layanan kesehatan untuk berobat tanpa harus memikirkan biaya.

Dwi menceritakan pengalaman saat anaknya harus menjalani rawat inap karena penyakit demam berdarah beberapa waktu lalu. Ketika itu anaknya dirawat di Rumah Sakit Islam Boyolali.

“Awalnya anak saya mengalami demam selama tiga hari berturut-turut dengan suh cukup tinggi tapi saya kurang ingat pastinya berapa. Karena demamnya sangat tinggi, dengan segera saya memutuskan segera membawa anak saya ke IGD, syukur keadaan anak saya sudah semakin membaik, berkat pertolongan pertama yang di berikan rumah sakit,” ungka Dwi, Selasa (31/03).

Ia menjelaskan manfaat dari program JKN sudah dirasakan oleh anaknya sejak pertama kali berada di rumah sakit tersebut. Cukup menunjukkan NIK yang ada di KK, anaknya segera mendapatkan perawatan intensif dan mendapatkan pelayanan yang tepat.

“Saya senang dengan pelayanan di Rumah Sakit Umum Islam Boyolali, meskipun anak saya berobat menggunakan JKN, tetap dilayani dengan sangat baik. Pelayanan yang diberikan kepada anak saya sama dengan yang diberikan kepada pasien lainnya. Petugas kesehatannya juga ramah dan kooperatif,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan sejumlah keluhan yang dirasakan anaknya direspon positif oleh tenaga medis yang merawat. Bahkan, ia tidak perlu menggunakan biaya pribadinya untuk membayar pengobatan. Karena selama ini dirinya mengetahui apabila melakukan pengobatan secara mandiri biasanya apalagi sampai anaknya menjalani Rawat Inap memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Di kesempatan yang sama Dwi juga menjelaskan manfaat Program JKN tak hanya di rasakan oleh anaknya akan tetapi juga dirasakan oleh orang tercintanya yaitu Suaminya.

“Bukan cuma anak saya saja, waktu itu suami saya misal badannya sedang tidak fit periksa ke faskes juga memanfaatkan program JKN dan semua di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucap Dwi.

Sebelum menutup pembicaraan, Dwi menyampaikan pesan dan harapan yang ia miliki kepada BPJS Kesehatan agar program ini selalu ada terus dan dapat membantu masyarakat, terkhusus dari kalangan yang sangat membutuhkan program JKN untuk Masyarakat kurang mampu secara  finansial. Dwi berpendapat bahwa program baik ini agar dapat terus berlanjut serta selalu memberikan layanan optimal terbaik bagi masyarakat. ( Ist/***)