FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Ir. Sriyanto Saputro, M.M., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikannya di hadapan warga dan tamu undangan dalam acara penyerahan bantuan bedah rumah yang dipusatkan di Gedung Garuda, Desa Tanon, Kecamatan Tanon, Sragen.
Sriyanto menjelaskan, pelaksanaan kegiatan yang dikemas secara mendadak ini merupakan bentuk tanggung jawab moral serta pemanfaatan masa reses untuk bersilaturahmi langsung dengan konstituen. Ia juga mengapresiasi sinergi yang baik antara pemerintah daerah, Dinas Perkim, perbankan, dan para fasilitator lapangan yang bekerja keras menyukseskan program tersebut.
Dalam sambutannya, Sriyanto menyoroti tingginya angka backlog perumahan di Sragen yang masih berada di kisaran 21.000 unit. Oleh karena itu, pihaknya bersama pemerintah berkomitmen untuk terus mem-backup agar Sragen ke depannya bisa bebas dari Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Ia juga menyampaikan aspirasi yang telah diperjuangkannya bersama Komisi V DPR RI dan Kementerian Perumahan agar persyaratan program bedah rumah ke depan dapat disederhanakan. Menurutnya, syarat administrasi yang terlalu kaku dan membebani justru akan menyulitkan masyarakat golongan bawah (desil 1 hingga desil 4).
”Kalau kemudian harus punya modal sekian, ya sampai kapanpun tidak akan tersalurkan. Makanya ke depan akan disederhanakan dan ada edaran terbaru dari Dirjen, tapi pengawalannya juga harus ketat,” tegas Sriyanto.
Politisi Partai Gerindra ini memastikan bahwa program bedah rumah di bawah pengawalan dan era kepemimpinannya bersih dari segala bentuk pemotongan atau pungutan liar. Penyaluran dana juga dilakukan secara transparan langsung ke rekening penerima melalui pihak perbankan (BSI).
Lonjakan Program di Era Presiden Prabowo
Sriyanto turut membandingkan skala program perumahan nasional sebelum dan sesudah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Jika sebelumnya kuota bedah rumah se-Indonesia Raya hanya berkisar pada angka 45.000 unit per tahun, kini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, jumlahnya melonjak drastis hingga mencapai 400.000 unit per tahun, bahkan tengah diupayakan untuk terus ditingkatkan demi menuntaskan persoalan perumahan rakyat.
Diakhir sambutannya, Sriyanto berpesan kepada masyarakat Sragen agar senantiasa menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Ia menilai berbagai narasi negatif yang kerap muncul di ruang digital sering kali digerakkan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kebijakan tegas pemerintah, seperti pemberantasan korupsi, penertiban mafia migas, dan penyelamatan sumber daya alam nasional.
Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa mendukung program-program pemerintah pusat, seperti peningkatan kesejahteraan petani, swasembada pangan, hingga sektor pendidikan, demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. (hr)
