Sehari 2 Kali, Damkar Boyolali Evakuasi Ular Piton 

Fokus Jateng-BOYOLALI -Dalam rentang waktu satu hari,  Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Boyolali mengerahkan personel untuk mengevakuasi ular piton di dua titik lokasi berbeda.

Peristiwa pertama berada di Dukuh/Desa Bendosari RT 14/02 Kecamatan Sawit, Boyolali. Petugas menerima laporan dari seorang warga bernama Desi Susilowati, pada Rabu 4 November 2026 dinihari. Saat itu, pemilik rumah mendapati ular tiba-tiba berada di area dapur rumahnya.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengatakan Regu 04 langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga.

“Petugas menerima laporan dari Ibu Desi sekitar pukul 10.25 WIB bahwa ada ular yang masuk ke bagian dapur. Tim regu penyelamat tiba di lokasi pukul 00.52 WIB dan langsung melakukan penyisiran serta evakuasi,” ujar Supriyono saat dikonfirmasi, Rabu.

Proses penangkapan ular di Kampung Bendosari berlangsung cukup memakan waktu karena posisi ular tersebut bersembunyi di sela perabotan dapur. Operasi penanganan tuntas pada pukul 01.15 WIB dan memastikan area rumah aman.

Tak berselang lama, laporan serupa kembali masuk ke Mako Damkar sekitar pukul 03.52 WIB. Kali ini ancaman ular menyasar kandang ayam di Kampung Tambak Boyo, Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Penjaga kandang, Nur Samsudin, terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara gaduh dari kandang ayam tempatnya bekerja. Saat mendatangi sumber suara. Ia mendapati seekor ular besar sedang memangsa ayam. Khawatir membahayakan keluarga, Samsudin langsung meminta bantuan tim pemadam kebakaran.

“Laporan kedua diterima petugas piket pukul 03.52. WIB di Tambak Boyo, Desa Paras. Penjaga kandang melihat ada ular berada sedang memangsa ayam. Tim langsung menuju tempat kejadian dan tiba dalam waktu enam menit,” katanya.

Supriyono memastikan tidak ada korban luka maupun gigitan dalam dua peristiwa operasi non-kebakaran tersebut. Petugas yang bertugas di lapangan juga menyelesaikan evakuasi dalam kondisi selamat tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah kondisi korban maupun warga nihil terkena gigitan atau luka, seluruh personel kami juga kembali dengan selamat,” jelasnya.

Terkait maraknya satwa melata yang masuk ke lingkungan hunian warga, pihaknya meminta masyarakat lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan rumah secara berkala.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang berdekatan dengan kebun atau semak, untuk selalu rutin menjaga kebersihan rumah. Hindari tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang tikus, karena itu bisa memancing ular datang untuk mencari mangsa,” pungkasnya. (Yull/**)