Belajar dari Kebakaran 885 Hektare Lereng Lawu, Pemkab Karanganyar Usulkan Pembangunan Embung di 3 Kecamatan

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Menorehkan catatan kelam pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026 lalu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar melahap sedikitnya 885 hektare lahan. Peristiwa tersebut kini menjadi alarm keras pentingnya kesiapsiagaan dan langkah mitigasi jangka panjang yang tangguh.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karanganyar bergerak cepat menjalin komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk merealisasikan rencana pembangunan embung penampung air di lereng gunung.

Kepala DPUPR Karanganyar, Asihno Purwadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan proposal kegiatan sebagai tindak lanjut atas arahan Penjabat Gubernur Jawa Tengah. Proposal tersebut memanfaatkan skema program 1.000 embung yang sebelumnya sempat tertunda di wilayah Karanganyar.

“Nanti mau disurvei dari jasa konstruksinya DPUPR provinsi,” ujar Asihno saat dihubungi, Senin (2/11/2026).

Sebagai langkah awal, Pemda Karanganyar mengusulkan tiga lokasi strategis untuk pembangunan embung, yakni di wilayah Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Jenawi. Kendati demikian, ketiga titik tersebut masih dalam tahap usulan dan menunggu hasil kajian teknis di lapangan.

“Itu baru alternatif usulan lho ya. Tapi mana yang nanti (disetujui) atau tiga diberi semua tergantung Pak Gubernur,” tambah Asihno.

Keberadaan embung di kawasan lereng gunung ini nantinya diproyeksikan memiliki fungsi ganda (dual-purpose). Selain mempermudah pasokan air bagi tim pemadam saat terjadi karhutla, keberadaan tandon air raksasa ini juga dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk mendukung sistem irigasi pertanian lokal.

Gagasan ini berawal dari arahan Gubernur Jawa Tengah saat meninjau langsung Posko Bersama Penanganan Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya, Gubernur meminta DPUPR Provinsi berkoordinasi erat dengan Perhutani dan Pemda Karanganyar guna merancang infrastruktur pasokan air penanggulangan bencana.

Tak hanya merencanakan pembuatan embung, pemerintah provinsi juga berkomitmen memperkuat sarana dan prasarana di setiap basecamp pendakian. Bantuan penunjang seperti peralatan pemadaman manual, Alat Pelindung Diri (APD) untuk para relawan, hingga drone pemantau juga akan disiagakan demi mencegah dan menangani bencana serupa secara lebih efektif di masa mendatang.