943 Mahasiswa UIN Raden Mas Said Pecahkan Rekor MURI Transaksi ETF Emas

Sebanyak 943 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah melakukan transaksi pembelian Exchange Traded Fund (ETF) emas secara serentak, 21 Oktober 2026. (Istimewa/*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA—Sebanyak 943 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah melakukan transaksi pembelian Exchange Traded Fund (ETF) emas secara serentak. Kegiatan yang berlangsung pada 21 Oktober 2026 itu menjadi yang pertama dilakukan perguruan tinggi keagamaan negeri di Indonesia.

Rekor tersebut tercipta melalui kolaborasi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 dan Madiun Raya, serta Indo Premier Sekuritas (IPOT).

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan, regulator, dan industri pasar modal dalam mengembangkan literasi keuangan.

“Rekor ini bukan sekadar pencapaian institusional, melainkan representasi nyata dari kolaborasi berdampak antara dunia pendidikan, regulator, dan industri pasar modal dalam menghadirkan inovasi edukasi keuangan yang aplikatif,” kata Toto.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mendukung program Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Kepala OJK Solo, Muhammad Mufid, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, transaksi pembelian ETF emas menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa dalam mengenal instrumen investasi di pasar modal.

“Literasi yang baik tentu dilanjutkan dengan inklusi yang baik. Dengan transaksi bersama pembelian ETF Emas ini, mahasiswa bisa mengenal bahwa produk pasar modal tidak hanya saham, reksadana dan obligasi, tetapi ada ETF Emas juga,” ujar Mufid.

ETF emas merupakan produk reksa dana yang aset dasarnya berupa emas fisik dan unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia seperti saham.

Melalui instrumen tersebut, investor dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung. Transaksi dilakukan melalui aplikasi perdagangan saham yang terhubung dengan bursa selama jam perdagangan.

Sebelum melakukan transaksi, sebanyak 1.000 mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan BEI.

Kepala Kantor BEI Jateng 2 dan Madiun Raya, Muhammad Wira Adibrata, mengatakan edukasi menjadi bagian penting sebelum mahasiswa mulai berinvestasi.

“Literasi dulu, inklusi kemudian. Tanpa literasi investasi bisa berujung spekulasi. Ini penting agar mahasiswa membeli produk tidak fomo, tetapi benar-benar paham baik dari sisi risiko maupun potensi keuntungannya,” kata Wira.

Dari 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak 943 mahasiswa berhasil menyelesaikan transaksi pembelian ETF emas dalam batas waktu yang ditentukan untuk pencatatan rekor MURI.

“Pengecekan MURI cukup ketat, berdasarkan waktu yang ditentukan 943 yang berhasil melakukan transaksi,” ujar Wira.

Edukasi pasar modal dalam kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber dari lembaga yang terlibat langsung dalam ekosistem pasar modal.

Candra Halim Ash Shiddiq dari OJK Solo menyampaikan materi mengenai literasi keuangan, pengenalan investasi, serta pentingnya berinvestasi secara bijak dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Grace Putri Sejati, CSA, CFP, selaku Product Development 2 Senior Analyst BEI, menjelaskan karakteristik ETF emas dan mekanisme perdagangannya di pasar modal.

Adapun Branch Manager Indo Premier Solo, Wisnu R. Putro, memberikan penjelasan mengenai praktik transaksi pembelian ETF emas melalui aplikasi IPOT.

Penghargaan MURI atas pencapaian tersebut diserahkan pada 24 Oktober 2026 dalam rangkaian puncak Bulan Inklusi Keuangan Solo Raya di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen.

Penyerahan penghargaan dihadiri Bupati Sragen, perwakilan OJK, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta masyarakat Sragen.

Pencapaian tersebut menjadi pengakuan atas kolaborasi lintas sektor dalam memperluas edukasi dan inklusi investasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri. (*Thia/***)