Fokus Jateng, SUKOHARJO–Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) menyelenggarakan acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-4 sekaligus untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi yang dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan diikuti perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi itu dipadukan dengan pesta rakyat di Taman Ratu Maulidya, Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu malam, 28 Oktober 2026.
Ketua Umum PKR Tuntas Subagyo memimpin konsolidasi tersebut dengan didampingi Sekretaris Jenderal Sigit Prawoso dan Ketua Dewan Penasihat Ir. Joko Dalmadyo. Pertemuan itu menjadi ajang mempererat komunikasi antarpengurus sekaligus memperkuat struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam sambutannya, Tuntas mengatakan PKR telah membangun kepengurusan di 38 provinsi selama empat tahun sejak partai tersebut dirintis bersama jajaran DPP. Menurut dia, konsolidasi menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan organisasi menghadapi tahapan pemilu mendatang.
“PKR ini kita rintis bersama, kita dirikan bersama, dan kita perjuangkan bersama. Harapannya, PKR bisa menjadi partai dari rakyat, oleh rakyat, dan insya Allah untuk rakyat,” kata Tuntas.
Ia menegaskan PKR dibangun sebagai partai mandiri yang mengandalkan kerja para pengurus dan kader. Tuntas mengklaim tidak ada tokoh nasional maupun pihak yang membiayai partai di balik pendirian PKR.
Memasuki tahun keempat, ia meminta seluruh pengurus di tingkat pusat dan daerah meningkatkan kerja organisasi. Apalagi, menurut dia, persiapan menuju Pemilu 2029 perlu dilakukan sejak dini, termasuk untuk memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu.
“Pendaftaran KPU sudah dekat pada 2027, sehingga kita benar-benar harus menyiapkan diri dan mental. Kita harus bekerja keras mulai hari ini untuk menunjukkan bahwa kita bisa berjuang dalam keikutsertaan di Pemilu 2029,” ujarnya.
Tuntas mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi PKR adalah memastikan seluruh jajaran pengurus bergerak dalam satu arah. Karena itu, tema HUT ke-4 PKR, “Sep4kat Sep4ket”, menjadi penegasan mengenai pentingnya kesepakatan, kebulatan tekad, dan kebersamaan di antara kader.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti sebagai slogan perayaan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata untuk memperkuat organisasi. Menurut Tuntas, kekompakan menjadi modal bagi PKR untuk mempersiapkan diri mengikuti kontestasi politik nasional sekaligus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Sepakat dan sepaket, kita harus benar-benar menyatukan hati dan hidup kita dalam keikutsertaan di Pemilu 2029,” kata dia.
Selain mempersiapkan partai menghadapi pemilu, Tuntas berharap PKR dapat mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Ia menginginkan Indonesia menjadi negara yang semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta memiliki kedaulatan yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Tuntas juga menyampaikan keprihatinan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ia berharap penanganan bencana tersebut segera tuntas dan pemerintah dapat mengantisipasi kejadian serupa agar tidak kembali menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan.
Pesta Rakyat Meriahkan HUT PKR
Setelah agenda konsolidasi, peringatan HUT ke-4 PKR dilanjutkan dengan pesta rakyat yang terbuka bagi masyarakat. Sejumlah penyanyi dangdut, di antaranya Lala Widi dan Difarina Indra yang menghibur pengunjung di kawasan Taman Ratu Maulidya.
Pesta rakyat tersebut menjadi bagian dari perayaan empat tahun perjalanan PKR. Di tengah hiburan musik, Tuntas mengingatkan para kader dan masyarakat yang hadir agar menjaga ketertiban serta kerukunan selama acara berlangsung.
Ia mengajak peserta yang datang dari berbagai daerah untuk menjadikan perayaan tersebut sebagai ruang mempererat kebersamaan. Menurut dia, perbedaan latar belakang tidak seharusnya menghalangi masyarakat untuk menjaga persatuan sebagai sesama warga Indonesia.
“Kita satu saudara, satu tanah air, satu bangsa. Saya berharap malam ini kita bisa menyaksikan acara dengan damai, tertib, dan baik,” ujarnya.
Tuntas juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPP serta para pengurus wilayah yang telah bekerja membangun PKR selama empat tahun terakhir. Ia meminta seluruh kader meneruskan kerja organisasi dan menjaga soliditas dalam menyongsong Pemilu 2029.
Bagi PKR, peringatan ulang tahun kali ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan partai, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi kesiapan organisasi. Target mengikuti Pemilu 2029 menjadi salah satu agenda yang ingin dipersiapkan melalui penguatan kepengurusan dan komunikasi antardaerah.
Tuntas berharap PKR dapat memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu dan memperoleh kesempatan berkompetisi dalam kontestasi politik nasional. Ia juga berharap kehadiran partai tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (*Thia/***)
