Penguatan Branding, Peningkatan Aksesibilitas Pemasaran UMKM Melalui Media Informasi Fisik Petunjuk Arah Serta Banner MMT di Desa Hadiluwih

Oleh: Gita Melinda, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Jurusan: manajemen, UNISRI 

Fokus Jateng-SRAGEN-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 71 Universitas Slamet Riyadi melaksanakan program kerja individu di Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang berupa pembuatan dan pemasangan papan petunjuk arah UMKM. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada bidang manajemen pemasaran, khususnya dalam membantu meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas UMKM agar lebih mudah dikenal dan ditemukan oleh konsumen.

UMKM memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di Desa Hadiluwih. Berbagai usaha yang dijalankan oleh masyarakat menjadi salah satu sumber pendapatan sekaligus menyediakan kebutuhan bagi warga sekitar. Namun, beberapa UMKM memiliki kendala dalam hal aksesibilitas lokasi. Letak usaha yang berada di dalam permukiman atau tidak berada tepat di jalan utama membuat konsumen, terutama masyarakat dari luar desa, terkadang mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi usaha.

Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 71 berinisiatif membuat dan memasang papan petunjuk arah UMKM sebagai media informasi sederhana yang dapat membantu masyarakat menemukan lokasi usaha. Papan petunjuk arah dipilih karena dapat memberikan informasi secara langsung kepada pengguna jalan mengenai arah menuju lokasi UMKM. Selain berfungsi sebagai penunjuk jalan, papan tersebut juga dapat menjadi media promosi offline yang membantu meningkatkan keberadaan dan visibilitas UMKM di lingkungan Desa Hadiluwih.

Program kerja ini diinisiasi olehGita Melinda sebagai bentuk pengabdian di bidang manajemen pemasaran. Program tersebut berfokus pada tiga UMKM di Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, yaitu Kedai Jajanan Kak Ninun, Kedai Kopi Matcha Pinarak, dan Some Mbah Kariyem. Ketiga UMKM tersebut menjadi sasaran program karena membutuhkan media informasi yang dapat membantu konsumen mengetahui dan menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah.

Sebelum pembuatan papan petunjuk dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi terhadap lokasi masing-masing UMKM. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan, akses jalan, serta menentukan titik yang strategis untuk pemasangan papan. Mahasiswa juga melakukan koordinasi dengan pemilik UMKM agar informasi yang dicantumkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi usaha.

Setelah lokasi ditentukan, mahasiswa membuat desain papan petunjuk dengan mempertimbangkan kejelasan tulisan, nama UMKM, serta tanda panah yang menunjukkan arah menuju lokasi usaha. Papan kemudian dipasang pada titik yang mudah dilihat oleh masyarakat yang melintas. Dengan adanya papan petunjuk tersebut, diharapkan konsumen tidak lagi kesulitan mencari lokasi UMKM, terutama konsumen yang baru pertama kali berkunjung.

Tidak hanya membuat papan petunjuk arah, mahasiswa juga memberikan dukungan tambahan berupa pembuatan banner MMT secara sukarela , khususnya untuk Some Mbah Kariyem. Some Mbah Kariyem merupakan salah satu usaha yang cukup dikenal oleh masyarakat dan memiliki sejarah keberadaan yang sudah lama di Desa Hadiluwih. Karena sudah dikenal secara turun-temurun dan memiliki ciri khas tersendiri, Some Mbah Kariyem dapat dikatakan sebagai salah satu UMKM yang legend di Desa Hadiluwih.

Pembuatan banner MMT tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberadaan UMKM lokal. Banner dibuat untuk memperjelas identitas usaha sekaligus membantu meningkatkan daya tarik dan visibilitas Some Mbah Kariyem. Dengan adanya banner yang menampilkan identitas usaha secara lebih jelas, masyarakat yang melintas dapat lebih mudah mengenali keberadaan Some Mbah Kariyem.

Pemberian banner ini juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa agar UMKM lokal yang sudah lama dikenal oleh masyarakat tetap dapat mempertahankan eksistensinya sekaligus menarik perhatian konsumen baru. Mahasiswa memberikan bantuan tersebut secara sukarela sebagai tambahan dari program utama, sehingga pemilik UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembuatan banner.

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi para pelaku UMKM. Papan petunjuk arah dapat membantu meningkatkan kemudahan akses konsumen menuju lokasi usaha, sedangkan banner MMT dapat membantu memperkuat identitas dan daya tarik usaha. Kedua media tersebut menjadi bentuk pemasaran sederhana yang dapat digunakan dalam mendukung keberadaan UMKM di tengah masyarakat.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, khususnya mengenai manajemen pemasaran. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa pemasaran tidak hanya dilakukan melalui media digital, tetapi juga dapat dilakukan menggunakan media offline yang sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Papan petunjuk arah dan banner MMT merupakan contoh media promosi yang dapat memberikan informasi secara langsung kepada calon konsumen.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 71 Universitas Slamet Riyadi berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan UMKM di Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang. Meskipun dilakukan melalui langkah yang sederhana, pembuatan papan petunjuk arah dan banner MMT diharapkan mampu membantu meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, serta pengenalan UMKM kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM. Dengan adanya dukungan dan kerja sama antara mahasiswa dan pemilik usaha, diharapkan UMKM seperti Kedai Jajanan Kak Ninun, Kedai Kopi Matcha Pinarak, dan Some Mbah Kariyem dapat semakin dikenal, mudah ditemukan, dan terus berkembang di Desa Hadiluwih. (ist/***)