Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Literasi Keuangan Anak SD Lewat Market Day Mini

Oleh: Rendi Saputra Abdul Karim, mahasiswa Prodi Manajemen UNISRI 

Fokus Jateng-SRAGEN – Mengajarkan pengelolaan keuangan sejak dini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan anak untuk menggunakan uang secara bijak. Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (Unisri) melalui program edukasi “Cerdas Kelola Uang Jajan: Edukasi Kebutuhan vs Keinginan melalui Simulasi Market Day Mini untuk Anak SD.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di SD Negeri 1 Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Program ini merupakan proker individu Rendi Saputra Abdul Karim, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi.

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan literasi keuangan kepada siswa sekolah dasar dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu fokus utama edukasi adalah membantu siswa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, terutama dalam menggunakan uang jajan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami berbagai contoh kebutuhan dan keinginan yang sering mereka temui. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa dapat lebih mudah memahami pentingnya menentukan prioritas sebelum menggunakan uang.

Setelah mendapatkan materi, siswa kemudian mengikuti simulasi Market Day Mini. Dalam kegiatan ini, siswa berperan sebagai penjual dan pembeli dengan menggunakan uang simulasi. Mereka diberikan kesempatan untuk memilih barang, melakukan transaksi, menghitung uang yang digunakan, serta mempertimbangkan barang mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya merupakan keinginan.

Melalui simulasi tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenai transaksi jual beli, tetapi juga dilatih untuk membuat keputusan sederhana dalam menggunakan uang. Mereka diajak memahami bahwa uang jajan memiliki nilai dan perlu digunakan berdasarkan skala prioritas.

“Harapannya anak-anak tidak hanya tahu cara menggunakan uang, tetapi juga mulai memahami bagaimana menentukan prioritas. Dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, mereka bisa belajar menjadi lebih bijak dalam menggunakan uang jajan,” ujar Rendi.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa Program Studi Manajemen dengan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Slamet Riyadi. Kolaborasi ini menggabungkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dengan pengenalan konsep transaksi dan pencatatan keuangan sederhana.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Manajemen memberikan edukasi mengenai cara mengelola uang jajan serta menentukan kebutuhan dan keinginan. Sementara mahasiswa Akuntansi turut memberikan pengenalan mengenai transaksi, perhitungan uang, dan pencatatan sederhana melalui kegiatan Market Day Mini.

Konsep pembelajaran yang menggabungkan materi dan praktik membuat siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga belajar mengambil keputusan ketika dihadapkan pada pilihan barang dan jumlah uang yang terbatas.

Rendi mengatakan bahwa literasi keuangan tidak harus selalu diberikan dalam bentuk materi yang sulit. Kebiasaan sederhana seperti menentukan prioritas ketika menggunakan uang jajan sudah dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan pengelolaan keuangan kepada anak.

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar mengelola uang bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Dari kegiatan sederhana seperti Market Day, anak-anak dapat belajar tentang kebutuhan, keinginan, transaksi, dan pentingnya mengatur uang,” jelasnya.

Melalui program Cerdas Kelola Uang Jajan, mahasiswa KKN Unisri berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi siswa SD Negeri 1 Hadiluwih. Anak-anak diharapkan mulai terbiasa mempertimbangkan setiap pengeluaran, belajar menabung, serta memahami pentingnya menggunakan uang sesuai kebutuhan.

Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN Unisri dalam memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran literasi keuangan sejak usia sekolah dasar. (ist/***)