Fokusjateng-SURAKARTA-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong Nasyiatul Aisyiyah memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena perempuan muda memiliki potensi besar dalam memperkuat keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membangun masyarakat yang lebih inklusif.
Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah melalui sambutan yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini saat pembukaan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.
Syamsudin mengatakan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk menjawab persoalan yang semakin kompleks dan membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Tema Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, dinilai sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah. Menurut dia, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi harus memperhatikan lingkungan, ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan yang kita lakukan hari ini harus mampu menjamin keberlanjutan lingkungan, memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkemajuan,” demikian disampaikan dalam sambutan Wakil Gubernur Jawa Tengah.
Pemerintah Jawa Tengah juga menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui perluasan akses pendidikan, penguatan kemandirian ekonomi, serta pembentukan generasi muda yang memiliki karakter dan daya saing.
Dalam konteks itu, Nasyiatul Aisyiyah dinilai memiliki modal sosial yang kuat. Jaringan kader yang tersebar hingga berbagai daerah dapat menjadi kekuatan untuk membantu pemerintah menyampaikan sekaligus menjalankan program pemberdayaan di tengah masyarakat.
Sejumlah bidang dinilai terbuka untuk dikolaborasikan, seperti literasi digital, penguatan keluarga, kewirausahaan perempuan muda, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim. Kolaborasi di tingkat masyarakat diharapkan membuat program pembangunan lebih mudah menjangkau kelompok yang membutuhkan.
Sinergi pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan juga dinilai dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif. Karena itu, kader Nasyiatul Aisyiyah didorong tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi yang sesuai dengan persoalan generasi muda.
Pemprov Jawa Tengah turut mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta. Forum empat tahunan tersebut diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang amanah sekaligus merumuskan gagasan strategis yang dapat memperbesar kontribusi Nasyiatul Aisyiyah bagi pembangunan di Jawa Tengah dan tingkat nasional. (*Thia/**)
