Fokus Jateng, SURAKARTA — Batik Baron bermula dari usaha seorang anak muda asal Solo yang menjadi reseller batik sambil menyelesaikan kuliah pada 2023. Kini, usaha tersebut berkembang menjadi brand batik modern dengan 26 karyawan dan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.
Perubahan itu tidak lepas dari pemanfaatan platform digital melalui Tokopedia dan TikTok Shop. Sejak awal berdiri, Batik Baron menggunakan konten video pendek dan sesi LIVE untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen di luar Solo.
Sebelumnya, Batik Baron lebih banyak mengandalkan penjualan secara grosir. Pemanfaatan ekosistem digital membuat pola penjualannya berubah dengan mulai melayani pembelian langsung dari konsumen di berbagai daerah.
Kolaborasi dengan affiliate creator turut menjadi salah satu sumber penjualan. Sekitar 50 persen penjualan Batik Baron berasal dari kolaborasi tersebut. Adapun pemanfaatan video pendek dan LIVE membuat nilai transaksi atau GMV Batik Baron meningkat hampir 250 persen selama Ramadan 2026.
Pertumbuhan penjualan tersebut kemudian diikuti dengan penambahan tenaga kerja. Tim yang semula hanya terdiri atas tiga orang kini berkembang menjadi 26 karyawan yang sebagian berasal dari masyarakat sekitar.
Kisah Batik Baron tersebut menjadi salah satu contoh perkembangan UMKM yang memanfaatkan discovery commerce, seiring kolaborasi Tokopedia dan TikTok Shop dengan Kementerian Perdagangan melalui inisiatif #BeliLokal dan program Pilihan BuSan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya mengatakan produk yang masuk dalam Pilihan BuSan merupakan produk UMKM yang telah melalui proses kurasi. Produk tersebut kini mendapat ruang di Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama yang menampilkan produk hasil kurasi Kemendag.
“BuSan ini singkatan Budi Santoso. Jadi produk UMKM dikurasi secara selektif, benar-benar kualitasnya bagus,” kata Budi saat menghadiri #WaktunyaSTART #JualanNyaman Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal di Solo, Senin, 21 September 2026.
Budi mengatakan sejumlah produk Pilihan BuSan sebelumnya telah masuk supermarket dan mengikuti pameran internasional Trade Expo Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menembus pasar ekspor.
Menurut dia, perluasan pemasaran melalui platform digital dapat membuat produk UMKM berkualitas lebih mudah ditemukan konsumen.
Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan membawa UMKM masuk ke platform digital, tetapi juga membantu mereka meningkatkan produktivitas dan daya saing.
“Melalui kolaborasi Beli Lokal dan Pilihan BuSan, kami memberikan akses dan visibilitas yang lebih luas kepada penjual lokal terkurasi,” kata Stephanie.
Di Solo, penjual Tokopedia dan TikTok Shop mencatat peningkatan pesanan sebesar 57 persen melalui ekosistem #BeliLokal. Program tersebut juga memberikan pelatihan kepada sekitar 200 UMKM Solo dan sekitarnya mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten, serta affiliate marketing.
Menjual Lewat Kepercayaan
Selain pelaku usaha, perkembangan discovery commerce juga memperlihatkan peran kreator dalam memperkenalkan produk lokal. Salah satunya Inem Jogja yang kini aktif sebagai affiliate creator.
Sebelum menjadi kreator, Inem berprofesi sebagai dosen seni selama sekitar empat tahun. Setelah memutuskan lebih fokus mengasuh anak, dia mulai membangun persona “Inem Jogja” di TikTok sejak 2017.
Gaya komunikasi yang hangat dan khas Yogyakarta membuatnya membangun basis audiens. Perjalanan tersebut kemudian berkembang menjadi aktivitas sebagai affiliate creator yang memungkinkan dia tetap berkarya sekaligus menjalankan peran di keluarga.
Kini, Inem bersama timnya mempromosikan berbagai produk melalui konten video pendek dan sesi LIVE. Sebagian besar produk yang dipromosikannya merupakan produk UMKM lokal.
Bagi Inem, tantangan sebagai affiliate creator bukan sekadar membuat produk laku. Kepercayaan audiens menjadi bagian penting karena rekomendasi yang diberikan dapat mempengaruhi keputusan pembelian.
Karena itu, dia memilih produk berdasarkan kualitas dan berusaha menyampaikan kelebihan maupun kekurangannya kepada penonton. Interaksi melalui sesi LIVE digunakan untuk menjawab pertanyaan sekaligus membangun kedekatan dengan calon pembeli.
Pola tersebut memperlihatkan perubahan cara UMKM memperkenalkan produk. Konsumen tidak selalu menemukan barang melalui pencarian langsung, tetapi dapat mengenalnya lebih dulu melalui video pendek, siaran langsung, atau rekomendasi kreator.
Data Tokopedia dan TikTok Shop secara nasional menunjukkan pesanan melalui LIVE tumbuh 59 persen, sedangkan pesanan melalui video pendek meningkat 135 persen. Pesanan yang dihasilkan affiliate creator juga tumbuh 170 persen.
Bagi Batik Baron, pola tersebut tidak hanya memperluas pasar. Pemanfaatan ekosistem digital juga membuka kebutuhan tenaga kerja baru seiring meningkatnya permintaan.
Sementara bagi Inem, kolaborasi antara kreator, UMKM, dan platform digital menjadi cara untuk membantu produk lokal menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.
Di Solo, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM melalui digitalisasi. Pemerintah Kota Surakarta sebelumnya menyebut UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian kota dan mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi bahkan mengajak pelaku UMKM tidak hanya mengejar kuantitas penjualan, tetapi berani meningkatkan kualitas dan nilai produk.
“Mulai beranilah berjualan mahal. Dengan meningkatkan kualitas, kuantitas ditekan,” ujarnya.
Dari reseller yang berjualan sambil kuliah hingga brand batik dengan puluhan pekerja, perjalanan Batik Baron menunjukkan bagaimana ruang digital dapat mengubah cara UMKM mencari pelanggan. Sementara pengalaman Inem menunjukkan bahwa di tengah banjir konten dan pilihan produk, kepercayaan tetap menjadi bagian penting dalam proses konsumen menemukan dan membeli produk lokal. (Thia/**)
