FOKUSJATENG.COM,SURAKARTA — Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menggelar kegiatan sosialisasi literasi digital pada Selasa (7/7/2026). Berkolaborasi dengan Lembaga Pusat Studi Anak (PSA) BocahPintar, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian masyarakat di era digital.
Mengusung tema “Peningkatan Literasi Digital Masyarakat sebagai Fondasi Kemandirian di Era Society 5.0”, kegiatan ini membekali warga dengan pengetahuan seputar peluang, manfaat, hingga risiko penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Tidak hanya mendengarkan paparan materi dari Tim Pengabdian Media, Khalayak, dan Sistem Sosial Budaya UNS, sebanyak kurang lebih 20 peserta yang terdiri dari remaja hingga ibu-ibu juga diajak untuk melakukan praktik langsung. Peserta dilatih menyusun instruksi (prompt) hingga memanfaatkan AI untuk mengolah teks dan gambar sesuai kebutuhan harian maupun usaha mereka.
Ketua Tim Pengabdian UNS, Dr. phil. Eka Nada Shofa Alkhajar, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa literasi digital sejatinya bukan sekadar penguasaan teknis, melainkan fondasi utama untuk membangun kemandirian warga di era Society 5.0.
“Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga sebagai fondasi untuk membangun kemandirian masyarakat di era Society 5.0,” ujar Eka Nada dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pemanfaatan media digital perlu dipahami dalam konteks sosial budaya agar mampu memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan daya saing, serta menjaga nilai-nilai luhur budaya.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta yang aktif mempraktikkan pemanfaatan AI untuk mendukung bisnis yang mereka jalankan. Ketua Pelaksana dari PSA BocahPintar, Nining Sholikhah, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa peserta yang hadir memiliki latar belakang beragam, mulai dari pelaku UMKM hingga pendidik PAUD.
“Sebagian besar ibu-ibu yang hadir di sini memiliki usaha masing-masing, seperti warung kelontong, laundry, peternakan, dan usaha lainnya. Selain itu, ada juga bunda-bunda PAUD, yang berharap dapat meningkatkan pengetahuan dalam literasi digital, khususnya dalam pemanfaatannya untuk pembelajaran,” jelas Nining.
Program kolaborasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran keterampilan digital inklusif, serta poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara pihak akademisi (UNS) dan komunitas lokal (PSA BocahPintar) dalam memperluas literasi digital di tingkat masyarakat. (Rls/bre)
