BPBD Boyolali Mulai Menyalurkan Air Bersih ke Daerah Rawan Kekeringan 

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali mulai menyalurkan air bersih kesejumlah desa yang mengalami kelangkaan air bersih. Langkah tersebut dilakukan setelah menerima laporan dan permintaan dropping air bersih dari sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

“Ini kami sudah melakukan dropping air bersih di 2 wilayah, yaitu Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, dan Desa Samiran, Kecamatan Selo,” kata Plt Kepala BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo. Jumat 10 Juli 2926.

Dijelaskan dropping air bersih dilakukan karena adanya perbaikan pipa air di kedua wilayah tersebut sehingga kebutuhan air warga terganggu. Selain itu, pihaknya memprediksi kemarau panjang bakal terjadi tahun ini.

“Fenomena El Nino diperkirakan berlangsung mulai Juli 2026 hingga awal tahun 2027 dengan kategori moderat hingga kuat (strong) dan peluang kejadian mencapai 95–98 persen.”

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga BPBD Boyolali sudah dalam kondisi siaga.

“Seluruh armada truk tangki, dan personel siaga penuh 24 jam apabila ada laporan permintaan air bersih,” katanya.

Disebutkan, saat ini BPBD Boyolali memiliki 4 unit tangki dengan kapasitas 5.000 liter dan 1 unit tangki kapasitas 8.000 liter. Untuk jatah air per desa dalam satu kali dropping tidak ditentukan secara tetap.

“Kita menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lapangan,” jelas Ari.

Ari menambahkan, ada 2 desa lain yang sudah mengajukan permohonan dropping air bersih, yakni Desa Bengle, dan Desa Guwo, di Kecamatan Wonosegoro.

“Ada dua yang sudah mengajukan yaitu desa Bengkle dan Guwo,” ujar Ari.

Hanya saja, untuk proses dropping di Bengkle dan Guwo, BPBD masih menunggu kesiapan desa terkait bak penampungan untuk distribusi. BPBD telah memberikan bantuan terpal untuk pembuatan bak penampungan. Setelah lokasi siap, dropping akan segera dilakukan. (yull/**)