FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Udara segar harapan baru berembus di Aula Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karanganyar pada Senin pagi (6/4/2026). Di tengah semangat untuk terus memajukan sektor pangan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar secara resmi menyerahkan Bantuan Hibah Bidang Pertanian APBD Tahun 2026.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak main-main dalam mengawal kesejahteraan para pejuang pangan di “Bumi Intanpari”.
Dukungan Nyata bagi Kelompok Tani
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Adhe Eliana, S.E., menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan dari 26 kelompok, yang terdiri dari kelompok tani, yayasan, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT).
Fokus bantuan kali ini menyasar komoditas strategis yang menjadi prioritas daerah, seperti:
-
Budidaya Jamur
-
Budidaya Melon
-
Sektor Pertanian Prioritas Lainnya
Sinergi untuk Pencairan Cepat
Total dana yang dikucurkan mencapai Rp1.110.500.000,00. Dalam pelaksanaannya, Pemkab menggandeng Bank Jateng Cabang Karanganyar untuk mempermudah proses pembukaan rekening dan pencairan dana bagi para penerima.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Dr. Feriana Dwi Kurniawati, S.P., M.Si., mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi. Ia mengimbau kelompok tani yang belum melengkapi berkas untuk segera menyelesaikannya.
“Tujuannya agar dana bisa segera cair dan langsung digunakan untuk memacu produktivitas di lapangan,” lapornya.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Rober Christanto menitipkan pesan mendalam bagi para petani. Baginya, kunci keberhasilan pertanian bukan hanya soal modal, melainkan konsistensi.
“Pemerintah terus berupaya menekan harga pupuk guna meringankan beban petani, sehingga hasil pertanian dapat lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati dengan optimis.
Beliau menegaskan bahwa komitmen menjaga keterjangkauan harga pupuk akan terus menjadi prioritas agar petani tetap semangat berproduksi tanpa dihantui biaya operasional yang mencekik.
Pemberian hibah ini bukan sekadar urusan bagi-bagi dana, melainkan investasi jangka panjang. Dengan suntikan modal ini, diharapkan kualitas dan kuantitas hasil panen di Karanganyar melonjak drastis. Jika petani sejahtera, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kokoh, membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. ( rl/bre)
