Fokus Jateng-BOYOLALI,-Polres Boyolali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama Bulan Suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan dilaksanakan pada Senin 23 Februari 2026 di Pendopo Gedhe Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali dan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, OPD, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Polres Boyolali ini dihadiri Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, perwakilan Lanud Adi Soemarmo, perwakilan Kodim 0724/Boyolali, Ketua DPRD Boyolali, Kajari Boyolali, serta jajaran PJU Polres Boyolali dan Forkopimcam se-Kabupaten Boyolali.
Dalam sambutannya, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan bahwa tujuan utama rakor ini adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Kapolres menyoroti sejumlah potensi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi, seperti balap liar, perang sarung, peredaran miras oplosan, petasan rakitan pelajar, judi online maupun konvensional, hingga tindak kejahatan jalanan.
“Ini merupakan salah satu kebiasaan buruk yang diikuti oleh kalangan pelajar ataupun remaja di wilayah Boyolali di mana mereka melakukan perang sarung, namun hal itu juga dapat menyebabkan kerugian bagi salah satu pihak karena hal tersebut dapat dilukai baik itu dengan luka ringan atau berat sampai mungkin dapat menyebabkan meninggal dunia,” tegas Indra..
Data yang dihimpun Polres Boyolali menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus minuman keras dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, tren pembuatan petasan rakitan oleh pelajar menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan.
Sebagai langkah konkret, Polres Boyolali telah mengoptimalkan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, melaksanakan Operasi Pekat Candi 2026, meningkatkan patroli pada jam rawan di pemukiman, pusat ekonomi dan lokasi keramaian, serta melakukan pemantauan distribusi bahan pokok dan BBM.
Rakor ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Jogo Boyolali Ramadhan 1447 H sebagai bentuk komitmen bersama seluruh unsur untuk menjaga situasi wilayah tetap aman, tertib, dan kondusif selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Ini kita atas inisiasi bersama dari Pak Bhabinkamtibmas, kita buat juga deklarasi bersama Pak Bhabinkamtibmas dengan tujuan adalah menyamakan visi dan misi dan komitmen bersama untuk seluruh elemen dan _stakeholder_ terkait yang ada di Kabupaten Boyolali ini menjaga situasi kamtibmas dan menjaga generasi-generasi muda kita ini, baik pelajar, remaja agar terhindar dari pelanggaran-pelanggaran hukum dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan jiwa mereka sendiri,” pungkasnya. ( yull/**)
