PBI Pemerintah Daerah jadi Sukacita untuk Orang Tua Rizka

Fokus Jateng-BOYOLALI, – Rizka (22) tidak dapat menahan rasa syukurnya setiap kali mengingat betapa besar manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah telah terdaftar pada segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali, selama lima tahun terakhir.

Bagi Rizka, program ini bukan sekedar jaminan kesehatan biasa, melainkan penopang hidup yang sangat berarti. Hal ini ia rasakan saat mengantar orang tuanya, khusunya ayahnya dalam berobat sakit darah tinggi dan diabetes melitus.

“Alhamdulilah saya menjadi peserta JKN dengan segmen PBI APBD sudah terdaftar kurang lebih 5 tahun. Selama menjadi peserta JKN ini, setiap kali saya gunakan untuk berobat khususnya orang tua ayah saya tidak dikenakan biaya sepeser pun. Semua biaya pengobatan saya ditanggung oleh JKN. Layanan juga terbaik dan rutin selalu diberikan monitoring serta obat rutin dari Puskesmas kami terdaftar,” ujar Rizka saat ditemui Tim Jamkesnews, Senin 26 Januari 2026.

Rizka tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali, khususnya dinas terkait yang dinilai sangat peduli terhadap warganya dengan terus menyediakan anggaran PBI melalui APBD. Baginya, sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemda menjadi kunci utama menggerakkan roda perlindungan kesehatan bagi masyarakat kecil.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan. Dengan adanya PBI ini, masyarakat seperti saya benar-benar merasa terbantu. Harapan saya, semoga Pemerintah Daerah dan BPJS Kesehatan semakin memperkuat kerja sama dalam melayani peserta. Kami butuh sekali program seperti ini,” tambahnya.

Kepesertaan PBI yang ditanggung oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah sejauh ini memang menjadi salah satu solusi pemerataan akses kesehatan. Masyarakat yang masuk kategori ini tidak perlu takut berobat karena iuran sudah ditanggung pemerintah tapi dengan catatan lolos seleksi sesuai prosedur yang berlaku. Layanan kesehatan pun dapat diakses di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas hingga fasilitas kesehatan rujukan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan melalui berbagai inovasi terus berupaya mempermudah peserta JKN, termasuk peserta PBI, dalam mengakses layanan. Salah satunya adalah kehadiran Aplikasi Mobile JKN yang mempermudah pendaftaran antrean, pengecekan status kepesertaan, hingga informasi fasilitas kesehatan terdekat. Transformasi digital ini diharapkan dapat mengurangi hambatan administrasi dan mempercepat pelayanan bagi seluruh segmen peserta JKN.

Kisah Rizka menjadi satu dari sekian banyak bukti bahwa kepesertaan JKN benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Bagi keluarga berpenghasilan tidak tetap, layanan kesehatan gratis menjadi jembatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Harapannya, program ini tetap berjalan dan semakin diperluas cakupannya agar tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dari layanan kesehatan hanya karena alasan biaya.  ( ist/**)