FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Wajah pertanian di Bumi Intanpari resmi memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyalurkan bantuan lima unit drone sprayer pertanian senilai ratusan juta rupiah kepada kelompok tani. Langkah ini diambil sebagai stimulus strategis untuk mendorong modernisasi sekaligus memikat generasi muda atau petani milenial agar kembali melirik sektor pertanian.
Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) canggih ini diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1/2026).
Solusi Cerdas di Tengah Kelangkaan Tenaga Kerja
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Dr. Feriana Dwi Kurniawati, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa bantuan drone yang bersumber dari Kementerian Pertanian ini memiliki nilai investasi yang fantastis, yakni berkisar Rp350–400 juta per unit.
Feriana menekankan bahwa drone bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan solusi nyata atas masalah krusial di lapangan, yakni keterbatasan tenaga kerja manusia.
“Drone sprayer sangat efektif untuk penyemprotan hama dalam waktu singkat. Terutama untuk hama yang perkembangannya sangat cepat seperti wereng batang cokelat. Ini adalah jawaban atas sulitnya mencari tenaga kerja pertanian saat ini,” ujar Feriana.
Lebih lanjut, Feriana memastikan bahwa bantuan ini tidak dilepas begitu saja. Para kelompok tani akan mendapatkan pendampingan intensif.
-
Pelatihan Pilot: Anggota kelompok tani akan dilatih menjadi operator drone bersertifikasi.
-
Perawatan Alat: Edukasi mengenai maintenance agar alat memiliki masa pakai yang panjang.
-
Optimalisasi Fungsi: Memastikan penggunaan pestisida atau pupuk cair lebih presisi dan hemat biaya produksi.
Mendorong Pertanian “High-Tech” untuk Generasi Z
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menegaskan bahwa transformasi teknologi adalah harga mati jika ingin menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, citra pertanian yang kotor dan melelahkan harus diubah menjadi sektor yang high-tech dan menjanjikan bagi anak muda.
“Pertanian ke depan tidak bisa lepas dari teknologi. Dengan adanya drone ini, kami berharap anak-anak muda atau petani milenial tertarik kembali ke sawah. Karena sekarang bertani itu modern, efisien, dan hasilnya lebih menjanjikan,” kata Bupati optimis.
Rincian Bantuan Lain dan Penghargaan Kartu Tani
Selain drone yang menjadi primadona, Pemkab juga menyalurkan berbagai alsintan pendukung dari APBD Kabupaten, meliputi:
-
5 Unit kendaraan roda tiga
-
10 Unit cultivator
-
6 Unit pompa air
-
5 Unit perajang tembakau
-
5 Unit hand sprayer elektrik
Acara tersebut juga menjadi momen apresiasi bagi petani berprestasi. Kelompok Tani Rejo Mulyo (Desa Nglebak, Ngargoyoso) meraih penghargaan nasional dalam implementasi Kartu Tani dan mendapat reward senilai Rp10 juta. Sementara Kecamatan Kerjo dinobatkan sebagai kecamatan terbaik dalam pemanfaatan Kartu Tani.
Dengan masuknya teknologi drone ke desa-desa di Karanganyar, diharapkan efisiensi penyemprotan meningkat hingga 80% dibandingkan metode manual, sekaligus menekan biaya operasional petani secara signifikan. ( dk /bre )
