KARANGANYAR – Ketenangan warga Ngemplak, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, mendadak terusik. Bukan karena api, melainkan ancaman dari balik genting. Sebuah sarang tawon berukuran cukup besar bersarang di atap rumah Ibu Ika, warga RT 02/RW 11, yang mulai meneror penghuni rumah dan warga sekitar.
Ketakutan Ibu Ika bukan tanpa alasan. Keisya, bocah berusia lima tahun, menjadi korban keganasan serangga tersebut. Ia mengalami sengatan di bagian kepala dan tangan hingga harus segera dilarikan untuk mendapatkan pengobatan dari apotek terdekat.
Khawatir dampak yang lebih luas, Ibu Ika segera menghubungi markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Karanganyar untuk meminta bantuan evakuasi.
Operasi Tangkap Tawon (OTT) di Tengah Hari
Merespons laporan tersebut, tim Damkar Karanganyar segera meluncur ke lokasi pada Sabtu (24/1/2026) siang sekitar pukul 13.40 WIB. Operasi yang dijuluki OTT (Operasi Tangkap Tawon) ini dipimpin oleh petugas senior, Agus Asep.
Agus Asep menjelaskan bahwa evakuasi sarang tawon memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibanding memadamkan api, terutama terkait posisi sarang dan risiko serangan balik dari koloni tawon.
“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan adanya korban anak kecil. Prioritas kami adalah memastikan koloni tawon ini bersih total agar tidak ada lagi warga yang tersengat. Peralatan lengkap mulai dari helm, APD khusus, hingga tabung semprot kami siapkan karena tawon jenis ini cukup agresif di siang hari,” ujar Agus Asep di lokasi kejadian.
Proses Evakuasi yang Menegangkan
Dengan menggunakan armada Matra dan perlengkapan pelindung diri (APD) lengkap, petugas memanjat ke arah atap. Suasana sempat tegang saat koloni tawon mulai berhamburan keluar karena terusik. Namun, dengan keahlian tim, sarang tersebut berhasil dievakuasi menggunakan teknik penyemprotan dan pengamanan manual.
“Kendalanya biasanya posisi sarang yang terselip di antara kayu atap atau plafon. Tapi alhamdulillah, proses berjalan lancar dan sarang berhasil kami amankan tanpa ada personel yang terluka,” tambah Agus.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak Damkar Karanganyar senantiasa mengingatkan warga agar tidak mencoba mengevakuasi sarang tawon secara mandiri jika tidak memiliki keahlian dan alat yang memadai.
“Jangan ambil risiko. Jika melihat sarang tawon yang sekiranya membahayakan, segera lapor kami. Kami siap melayani 24 jam karena moto kami tetap sama: Pantang Pulang Sebelum Padam, baik itu api maupun ancaman tawon seperti ini,” tutup Agus Asep.
Bagi warga Karanganyar yang membutuhkan bantuan serupa, dapat menghubungi nomor darurat Damkar Karanganyar di (0271) 495113 atau melalui media sosial resmi mereka. ( bre )
