Henry Yosodiningrat Jenguk Dua Korban Penganiayaan Oknum TNI

Fokus Jateng- BOYOLALI- Saya sengaja datang untuk memastikan bahwa perilaku dari pelaku benar benar di proses hukum, saya tidak mau hilang begitu saja, demikian ungkap Wakil Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat usai menjenguk kedua korban di RSUD Pandan Arang Boyolali, Senin 1 Januari 2024.
Pada kesempatan itu, Henry mengaku darahnya mendidih melihat kasus ini. Sebab, bagi Henry, penganiayaan yang dilakukan oknum TNI itu merupakan tindakan brutal terhadap warga Indonesia.
” Bayangkan, ada anak kecil, dikeroyok oleh 20an orang oknum TNI,” kata Henry.
Untuk itu, dia turun langsung untuk memastikan proses hukum penganiayaan ini berjalan sebagaimana mustinya.
Hal itu sapaya kejadian serupa tak terulang lagi di daerah lain.
Pasalnya, masih ada 42 hari lagi masa kampanye.
Setelah bertemu korban Arif Diva Ramandani (20) dan Slamet Andono (26) di ruang perawatan, Henry kemudian menemui Komandan Kompi 408.
” Saya akan mendengar versi mereka, dan saya akan memastikan, masalahnya (penanganannya) sudah sampai di mana?,” kata Henry.
Jika diperlukan, Henry juga akan bertemu dengan KSAD, Jendral TNI Maruli Simanjuntak.
Pihaknya ingin kasus penganiayaan itu menjadi perhatian serius.
” Semangat kita untuk menegakkan keadilan, menegakkan kebenaran,” kata Henry.
Penganiayaan itu dipicu amarah prajurit TNI di markas itu yang dengan suara bising knalpot keras kendaraan peserta kampanye.
Henry pun menyebut peserta kampanye dengan knalpot keras merupakan pelanggaran lalu lintas.
Tak seharusnya, peserta kampanye ini diperlakukan dengan kejam nan sadis.
” Kan ada aturannya, ada undang-undang tentang lalu lintas jalan dan sebagainya,” pungkasnya.
Pihaknya pun akan mengawal hingga tuntas kasus penganiayaan terhadap simpatisan Ganjar-Mahfud ini.
” Saya harus memastikan, (Pelaku) diproses secara hukum,” tambahnya.
Kedatangan Henry ditemui langsung sejumlah tokoh PDI-P Boyolali, diantaranya Susetya Kusuma DH, Marsono, M Said Hidayat, Wahyu Irawan.
Sebelumnya, Calon presiden no urut 3 Ganjar Pranowo sudah menyambangi langsung di RSUD Pandan Arang Boyolali. Ganjar menyatakan sangat menyayangkan kejadian pengeroyokan tersebut.
“Sama sekali tak ada peringatan. Ini langsung ditarik dan dipukuli,” katanya usai menjenguk.
Ganjar menandaskan pihaknya sudah bicara dengan Panglima TNI dan KSAD dan ada sambutan baik untuk menangani kejadian ini hingga tuntas.
“Dan tim kami akan terus memantau dan mengikuti terus,” ujarnya. (**)