Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Didik Haryadi Ajak Anak Muda Gotong Royong Bersama Rakyat Sebagai Pejuang Kebaikan 

Fokus Jateng, SUKOHARJO-Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Didik Haryadi, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu 27 September 2026. Dalam sosialisasi 4 pilar yang dihadiri sedikitnya 250 tokoh anak muda, Didik Haryadi mengingatkan akan semangat gotong royong yang dicerminkan 4 pilar kebangsaan.

Dalam forum tersebut, Didik mengemukakan pentingnya anak muda untuk selalu gotong royong dalam membantu masyarakat. Menurutnya hal itu menjadi salah satu solusi dalam menghadapi dampak kemarau berkepanjangan di wilayah Sukoharjo, Boyolali, Klaten dan Solo.

“Sebagai wujud cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah cita cita dari 4 pilar MPR RI yang terkandung dalam Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal ika itu, diantaranya gotong royong membantu masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau,” katanya.

Menyusul himbauan BMKG Klimatologi Jawa Tengah terkait ancaman kekeringan, krisis Air bersih sepanjang Agustus hingga September, Didik Haryadi mengungkapkan pihaknya bersama kalangan anak muda yang terjaring sebagai relawan “Pejuang Kebaikan Sedulur Didik Melon” telah mendistribusikan air bersih sebanyak 100 tangki air bersih yang tersebar di wilayah 4 kabupaten dapil V yaitu Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Solo.

Didik Haryadi bersama kalangan anak muda yang terjaring sebagai relawan “Pejuang Kebaikan Sedulur Didik Melon” telah mendistribusikan air bersih sebanyak 100 tangki air bersih yang tersebar di wilayah 4 kabupaten dapil V yaitu Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Solo/Dok

“Menindaklanjuti himbauan BMKG, sebagai aksi sosial kami telah mendistribusikan air bersih sebanyak 100 truk air bersih yang tersebar di wilayah 4 kabupaten dapil V yaitu Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Solo.”

Didik Haryadi menjelaskan aksi sosial itu merupakan langkah nyata untuk selalu hadir di tengah persoalan masyarakat yang membutuhkan. Hal itu juga terkandung dalam pengamalan masing masing pilar diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Didik, program ini mengamalkan beberapa sila sekaligus dalam Pancasila, yakni Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) tentang membantu sesama manusia untuk mendapatkan hak dasar hidup secara layak, yaitu akses air bersih demi kesehatan dan sanitasi. Kemudian Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) tentang gotong royong antara pemerintah, TNI/Polri, swasta (melalui CSR), dan relawan tanpa memandang latar belakang suku atau agama di desa tersebut.

“Lalu Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia), Menghadirkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan agar masyarakat di desa terpencil atau kekeringan merasakan keadilan yang sama dengan masyarakat perkotaan,” katanya.

Selanjutnya, UUD NRI Tahun 1945, menurut Didik, program bantuan air bersih merupakan implementasi dari amanat konstitusi dari Pasal 33 ayat (3) yang menyebut-Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kemudian Pasal 28H ayat (1): Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, serta mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Air bersih adalah kunci utama lingkungan yang sehat.

Pengamalan pilar ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Didik menyampaikan bantuan air bersih memperkokoh keutuhan NKRI diantaranya dengan, menjaga ketahanan pangan dan sosial di wilayah pedesaan, termasuk desa-desa terpencil atau perbatasan. Meningkatkan rasa cinta tanah air. Ketika warga desa merasa diperhatikan dan dibantu kebutuhan pokoknya oleh elemen negara, rasa nasionalisme dan rasa memiliki terhadap NKRI akan semakin kuat.

“Terakhir, Bhinneka Tunggal Ika, dimana salam pelaksanaannya, program ini merekatkan keberagaman, seperti pemberian bantuan yang inklusif. Air bersih diberikan secara merata kepada seluruh warga desa tanpa membedakan suku, ras, adat, maupun agama. Serta menyatukan perbedaan melalui kolaborasi berbagai kelompok masyarakat yang bersatu demi misi kemanusiaan,” pungkasnya. (yull/***)