Pemerintah Salurkan Bantuan Stimulus bagi Pelaku UMKM

Salah satu warga Boyolali yang menerima bantuan stimulus UMKM (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Bantuan stimulus dari pemerintah di masa pandemi Covid-19 terus digulirkan ke masyarakat. Salah satunya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Bantuan sebesar Rp2,4 juta ini diterima pelaku UMKM langsung ke rekening masing-masing melalui perbankan yang telah ditunjuk pemerintah.

Adapun, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Kabupaten Boyolali menyebut sebanyak 4.036 UMKM di wilayahnya telah menerima bantuan stimulus melalui program dana hibah modal kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Realisasi yang sudah menerima hingga tahap ketiga ini, September 2020 yang sudah melaporkan dari Bank BRI ada sebanyak 4.036 pelaku usaha,” kata Kepala Dinkopnaker Kabupaten Boyolali, Syawaludin, Rabu (23/9/2020).

Menurut Syawal, dari usulan sebanyak 39.852 pelaku usaha yang didaftarkan baik melalui off line maupun on line di Boyolali, realisasi program bantuan dana hibah modal kerja dari pemerintah ibi baru 4.036 pelaku usaha. “Dana itu, yang sudah cair melalui penyaluran Bank BRI Boyolali langsung masuk ke nomor rekening masing-masing pelaku usaha dengan total Rp9.686.400.000. Sedangkan, penyaluran melalui Bank BNI dan lainnya belum diterima datanya,” katanya.

Bantuan stimulus dari pemerintah tersebut untuk membantu pelaku usaha dampak pandemi COVID-19. Menurut Syawal, dana bantuan itu diperuntukan membantu modal pelaku UMKM mengiatkan perekonomian agar bangkit pada masa pandemi.

“Dengan adanya bantuan program dana hibah modak kerja UMKM dari Pemerintah ini tentunya sangat membantu terutama bagi pengusaha kecil yang berhenti dampak pandemi COVID-19. Mereka mendapatkan modal untuk membuka usaha kembali setelah terhenti karena pandemi,” katanya.

Sementara, Ratih Suci Wulandari (30) salah satu pelaku UMKM “Bandeng Presto Bu Rita” Boyolali mengatakan produknya makanan khas Boyolali ini, berdiri sejak 2016 hingga sekarang. Namun, usahanya sangat terasa sekali dampaknya karena pandemi COVID-19. Sejak masa pendemi, Ratih mengaku, omzetnya turung hingga 70 persen.
“Dulu rata-rata laku sampai 120kg/bulan, tetapi sejak pandemi ini, daya beli masyarakat menurun dratis hingga 70 persen,” ujarnya.

Ratih mengaku sudah mendaftarkan salah satu penerima bantuan dana hibah modal kerja, dan diusulkan oleh Dinkonaker Boyolali ke pusat. Setiap pelaku UMKM untuk Banpres ini, menerima dana senilai Rp2,4 juta. “Kami berharap dengan bantuan pemerintah ini dapat bermanfaat bagi UMKM, dan perekonomian masyarakat kembali bergairah,” ujarnya.