Harga Murah, Beredar Pupuk Palsu di Lingkungan Petani di Boyolali

Ilustrasi (unsplash/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Awas, petani sebaiknya tak tergiur harga Pupuk murah. Sebab, saat ini banyak sekali pupuk palsu yang beredar.

Peredaran pupuk berharga Rp 30-35 ribu persak itu terjadi di wilayah Desa Canden, dan Desa Tempursari, Kecamatan Sambi. Jika dilihat dari kemasarannya, pupuk yang jauh lebih murah dari harga pupuk asli itu hampir sama persis. Hanya pada tulisan jenis pupuknya saja yang kurang satu huruf.

Misalnya, kalau pupuk asli bertuliskan  “Phonska”. Nah di pupuk berharga sangat murah itu hanya “Phoska”. Begitu juga dengan jenis pupuk-pupuk lainnya, pasti ada satu huruf yang kurang.

“ Pupuk ini kalau disebarkan ketanaman ga hancur-hancur seperti pupuk yang beli ditoko pupuk resmi,” kata Mitro Sumarno, 50, warga Desa Canden.

Menurutnya, dia pernah sekali menggunakan pupuk yang diduga palsu ini. Hal itu saat, waktunya memupuk tapi jatah pupuk di toko belum dikirim. Kemudian ada seorang yang tak dikenal menawarkan pupuk yang harganya tiga kali lipat lebih murah dari harga umumnya.

“ Ini (pupuk palsu) sangat murah sekali. Kalau beli di toko harganya antara 130-150 ribu per sak 50 kilogram,” ujarnya.

Tak hanya di Canden saja, peredaran Pupuk murah ini juga banyak terjual di wilayah Desa Tempursari, Kecamatan Sambi. Petani di Dukuh Mladri, Desa Tempursari banyak yang membeli pupuk tersebut.

Pupuk ini dijual dengan menggunakan pikap keliling ke desa-desa. “ Ditempat saya banyak yang beli pupuk ini. Kelilingnya pas sore hari, setelah ashar,” kata Melur, 46, salah seorang warga Mladri.

Banyaknya petani yang tertarik membeli pupuk tersebut lantaran susahnya mencari pupuk bersubsidi. “ ini kan sudah waktunya memupuk. Jadi dari pada tak dipupuk sama sekali, sehingga petani banyak yang memilih pupuk tersebut,” imbuhnya.