Bupati Karanganyar Kukuhkan Pengurus SAR 2026–2031, Tekankan Pentingnya Solidaritas dan Gotong Royong Hadapi Ancaman Bencana

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Jajaran pengurus Search and Rescue (SAR) Kabupaten Karanganyar masa bakti 2026–2031 resmi mengemban amanah baru setelah dikukuhkan secara khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (31/10/2026) malam. Pengukuhan ini menandai babak baru penguatan jejaring kemanusiaan di Bumi Intanpari, di tengah tantangan dinamika cuaca ekstrem dan potensi kebencanaan yang kian kompleks.

Prosesi sakral tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta ratusan perwakilan relawan dari berbagai aliansi kebencanaan se-Kabupaten Karanganyar.

Apresiasi untuk Aksi Heroik di Gunung Lawu

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Rober Christanto memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para relawan yang selama ini terbukti konsisten berada di garis terdepan penanganan kebencanaan. Sorotan khusus diberikan kepada aksi heroik para relawan yang bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan strategis Gunung Lawu beberapa waktu lalu.

“Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi SAR beserta seluruh relawan yang telah berjibaku memadamkan kebakaran di Gunung Lawu,” ucap Bupati Rober dengan penuh apresiasi.

Bupati mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan mitigasi dan penanggulangan bencana di Karanganyar terletak pada kultur gotong royong. Menurutnya, seberat apa pun tantangan krisis—mulai dari krisis kesehatan hingga ancaman bencana hidrometeorologi—akan terasa lebih ringan jika dipikul secara kolektif.

“Seberat apa pun masalahnya, kalau kita junjung dan gerakkan bersama, pasti akan terasa ringan. Ini adalah esensi dari semangat kebersamaan dalam membangun Karanganyar,” tegasnya.

Ekosistem Kebencanaan yang Mengakar hingga Pedesaan

Dalam pemaparannya, Bupati turut memuji evolusi ekosistem kebencanaan di Karanganyar yang kini telah mengakar hingga tingkat desa. Jaringan relawan yang dulunya terpusat di perkotaan kini telah merata ke pelosok pedesaan, melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas), Palang Merah Indonesia (PMI), hingga jaringan armada relawan ambulans darurat.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menaruh harapan besar agar kapasitas mitigasi daerah semakin solid, khususnya dalam mengantisipasi anomali cuaca dan potensi bencana musiman.

  • “Pemerintah Kabupaten Karanganyar merasa sangat terbantu. Bersama sinergi yang kokoh antara TNI, Polri, SAR, dan seluruh elemen masyarakat, kita siap menjaga Karanganyar agar senantiasa aman, siaga, dan tanggap darurat terhadap bencana,” pungkas Rober.

Komitmen Pengurus Baru: Utamakan Keselamatan dan Profesionalisme

Sementara itu, Komandan SAR Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah serta seluruh pihak yang konsisten mengawal kelancaran misi kemanusiaan di wilayah tersebut. Ia menegaskan, kepengurusan baru ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum krusial untuk mendongkrak standar kesiapsiagaan dan memperkokoh solidaritas antar-elemen relawan.

  • Fokus Utama Tugas SAR: “Tugas SAR bukan sekadar keberanian di medan ekstrem, tetapi juga tentang keikhlasan, kedisiplinan, keterampilan teknis, dan yang paling utama adalah keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Hendro.

Pihaknya juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi strategis lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat. SAR Karanganyar berkomitmen untuk membuka ruang koordinasi seluas-luasnya serta memohon bimbingan berkelanjutan agar bertransformasi menjadi kesatuan yang semakin profesional, tangguh, dan responsif terhadap panggilan darurat kemanusiaan di Bumi Intanpari. ( bre )