Disdikbud Karanganyar Serahkan 962 SK PPPK Guru, Bupati Ingatkan Tiga Kunci Keteladanan Pendidik

 

FOKUSJATENG.COM , KARANGANYAR – Kepastian nasib dan ketenangan jiwa kini resmi berpihak kepada ratusan pahlawan tanpa tanda jasa di Bumi Intanpari. Sebanyak 962 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar resmi menerima Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa kerja dalam seremoni khidmat di Gedung PGRI Karanganyar, Rabu (14/10) pagi.

Momen penyerahan SK ini bukan sekadar urusan administratif seremonial semata. Di balik lembaran kertas tersebut, tersemat komitmen besar Pemkab Karanganyar dalam menjamin kesejahteraan pendidik, sekaligus beban moral yang membakar semangat untuk memajukan kualitas pendidikan daerah.

Menjaga Amanah APBD, Merawat Kualitas Pendidikan

Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, membeberkan rincian penerima SK perpanjangan tahun ini: 46 pegawai di lingkungan Dinas dan Korwil, 8 guru TK, 693 guru SD, serta 215 guru SMP.

“Untuk PPPK paruh waktu di bidang pendidikan, perpanjangan evaluasinya dilakukan setiap satu tahun sekali. Sedangkan untuk yang penuh waktu, skemanya lima tahun sekali,” jelas Hendro.

Namun, kepastian kerja ini bukannya tanpa tolok ukur. Hendro mengungkapkan ada lima tenaga pendidik yang kontraknya tidak diperpanjang karena berpindah pekerjaan, mengundurkan diri, hingga terkena sanksi disiplin berat.

Hal ini mempertegas bahwa seluruh hak gaji dan tunjangan PPPK yang bersumber dari APBD Karanganyar dibayar dari uang rakyat. Oleh karena itu, Disdikbud bersama Korwil dan Kepala Sekolah terikat tanggung jawab moril untuk terus melakukan evaluasi rutin saban bulan—termasuk memantau kedisiplinan dan kehadiran secara digital lewat aplikasi. Hak yang dijamin negara harus dibayar tuntas dengan pengabdian yang nyata!

Bangkitkan Gerakan Guru: Jangan Lagi Jadi Sosok Menakutkan!

Hadir memberikan arahan langsung, Penjabat Bupati Karanganyar, Rober Christanto, melontarkan pesan mendalam yang membakar semangat para pendidik. Di tengah pesatnya arus modernisasi, cara-cara mendidik yang kaku, keras, dan menakutkan dari masa lalu sudah sewajarnya dicampakkan.

“Pendekatan pembelajaran hari ini harus lebih humanis. Jangan lagi memakai cara-cara lama yang terkesan menakutkan bagi anak-anak. Guru-guru di Karanganyar harus hadir sebagai sosok yang dirindukan dan mampu merayau serta mengayomi muridnya,” pangkas Rober tegas.

Pendidikan masa kini bukan lagi tentang siapa yang paling ditakuti di dalam kelas, melainkan siapa yang paling mampu menyentuh hati para muridnya. Bupati menitipkan tiga ajimat mendasar bagi seluruh PPPK yang baru diperpanjang kontraknya:

  1. Nyawiji – Menyatu secara emosional dan batin dengan anak didik.
  2. Berjiwa Satriya – Memiliki integritas tinggi, berani membela kebenaran, dan bertanggung jawab.
  3. Keteladanan – Konsisten memegang teguh sesanti (pribawa/contoh baik) dalam tindakan sehari-hari.

Catatan Redaksi SOTNews: Bukan Sekadar Kerja, Tapi Mendidik dengan Jiwa

Perpanjangan SK ini sejatinya adalah amunisi baru bagi dunia pendidikan Karanganyar. Ketika negara telah menunaikan kewajibannya dalam memberikan kepastian status dan kesejahteraan, kini saatnya para guru menjawabnya dengan karya nyata di ruang-ruang kelas.

Anak-anak Karanganyar tidak butuh guru yang sekadar datang melepaskan gugur kewajiban. Mereka merindukan pendidik yang ramah, hangat, dan mampu membimbing dengan cinta. Mari kita jadikan momentum perpanjangan SK ini sebagai titik balik untuk membuktikan bahwa guru Karanganyar adalah pilar utama pembentuk generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi! ( bre )