Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu-Ibu Arisan Desa Japoh Cerdas Kelola Risiko Investasi

Oleh: Andhika Ocky Mahendra, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI

Fokus Jateng-SRAGEN,-Maraknya penawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Andhika Ocky Mahendra, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI, yang menggelar sesi edukasi manajemen risiko investasi bagi Ibu-Ibu Arisan RT 12, Desa Japoh, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Kegiatan bertajuk “Ibu Cerdas Kelola Uang: Mengenal Risiko dan Kewajaran Investasi” ini merupakan bagian dari program kerja kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 20 UNISRI yang lebih besar, yaitu “Sosialisasi Pencegahan dan Deteksi Dini Arisan Bodong dan Investasi Ilegal bagi Masyarakat Desa Japoh”. Jika rekan-rekan dari program studi lain membahas sisi hukum dan legalitas layanan keuangan, Andhika secara khusus membawakan materi dari sudut pandang manajemen investasi.

“Arisan itu sebetulnya bentuk pengelolaan dana bersama yang sudah lama dipercaya masyarakat. Tapi kepercayaan itu juga yang sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyusupkan tawaran investasi yang sebenarnya tidak masuk akal secara manajemen risiko,” ujar Andhika saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dalam sesi tersebut, Andhika mengenalkan konsep dasar hubungan antara risiko dan imbal hasil atau risk-return kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa setiap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tetap dan tinggi dalam waktu singkat, tanpa risiko sama sekali, patut dicurigai kewajarannya.

“Kalau ada yang menawarkan untung 20 hingga 30 persen per bulan tanpa risiko, itu jelas tidak masuk akal. Semakin tinggi imbal hasil yang dijanjikan, semakin tinggi pula risikonya. Prinsip inilah yang perlu dipahami ibu-ibu sebelum memutuskan untuk ikut serta,” jelasnya.

Selain risk-return, materi juga mencakup pentingnya diversifikasi, yaitu tidak menempatkan seluruh dana pada satu jenis tawaran keuangan, serta langkah sederhana untuk mengevaluasi kelayakan suatu investasi sebelum bergabung. Andhika mengajak peserta mempraktikkan langsung cara menghitung dan membandingkan kewajaran imbal hasil menggunakan ilustrasi sederhana yang dekat dengan keseharian mereka.

Salah satu peserta, mengaku sesi ini membuka wawasan baru bagi kelompok arisan RT 12. “Selama ini kami hanya ikut-ikutan kalau ada tawaran menarik. Sekarang jadi tahu harus mikir dulu, jangan langsung percaya kalau untungnya kelihatan terlalu bagus,” katanya.

Kepala Desa Japoh menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNISRI ini. Menurutnya, edukasi manajemen keuangan semacam ini sejalan dengan upaya desa dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, khususnya bagi kelompok arisan yang tersebar di berbagai RT.

Program ini merupakan bagian dari KKN PPM UNISRI Tahun Akademik 2025/2026 bertema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen”, yang dilaksanakan di Desa Japoh sejak Juli hingga Agustus 2026. Melalui sinergi materi manajemen risiko investasi dan legalitas layanan keuangan, mahasiswa berharap masyarakat Desa Japoh semakin cakap dan berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan di tengah maraknya tawaran investasi yang beredar, baik secara langsung maupun melalui media sosial. (ist/***)